Profesor dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Adi Utarini.
Profesor dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Adi Utarini.

Jumlah Guru Besar Kalangan Perempuan Dinilai Masih Kurang

Pendidikan Hari Kartini Pendidikan Tinggi Guru Besar
Ilham Pratama Putra • 21 April 2021 16:05
Jakarta: Kesetaraan gender dalam dunia pendidikan semakin membaik setiap tahunnya. Namun, untuk mencapai gelar tertinggi seperti Guru Besar, keberadaan perempuan masih sedikit.
 
Profesor dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Adi Utarini menyebut sangat menantikan keberadaan perempuan yang dinobatkan sebagi Guru Besar. Menurutnya, sejauh ini jumlah guru besar dari kalangan perempuan masih sangat sedikit.
 
"Saya lihat dari tingkat dosen sampai jenjang profesor itu perempuan lebih banyak, dan lebih menonjol. Namun ketika ke Guru Besar itu mulai hilang, seperti berkurang begitu," kata Uut panggilan akrabnya kepada Medcom.id, Rabu, 21 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, kompetensi perempuan di dunia pendidikan tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia pun menduga ada beberapa hal yang membuat perempuan tak bisa mencapai gelar Guru Besar.
 
"Ini diperkuat apakah misalnya permintaan keluarga gitu kan. Perempuan banyak mengambil peran di situ yang banyak makan waktu," terang dia.
 
Baca: Kisah 'Kartini' di Balik Tim Vaksin Merah Putih ITB
 
Uut yang dinobatkan sebagai salah satu dari 10 ilmuwan berpengaruh di dunia 2020 itu pun berharap kiprah perempuan di dunia pendidikan dan penelitian semakin mentereng. Terlebih, perempuan di dunia pendidikan kini sangat banyak.
 
"Catatannya ya kalau di bidang kesehatan saja mahasiswa kedokteran itu sudah 60 sampai 70 persen. Dan itu sudah semakin baik," sambungnya.
 
Ia mengatakan, kaum laki-laki juga telah semakin memberi ruang kepada perempuan. Uut menilai angka laki-laki yang melakukan diskriminasi gender di bidang kesehatan semakin menurun.
 
"Saya rasa laki-laki pun dari waktu ke waktu meminimalisasi diskriminasi gender itu, dari waktu ke waktu mereka lebih menghargai," tutur dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif