Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id

Nadiem Minta Peserta PKN Lahirkan Terobosan untuk Indonesia Maju

Pendidikan inovasi Kebijakan pendidikan Nadiem Makarim
Ilham Pratama Putra • 17 November 2020 12:54
Jakarta: Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah selesai menggelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV Tahun 2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim berharap lulusan mampu mewujudkan visi Indonesia maju.
 
"Semoga ilmu dalam pelatihan ini dapat dijadikan terobosan untuk mendorong Indonesia maju," ujar Nadiem dalam Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XV Tahun 2020, secara virtual, Senin 16 November 2020.
 
Kegiatan tersebut bertujuan membangun kepemimpinan strategis, guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Dari PKN itu pula, diharapkan lahir Sumber Daya Manusia unggul.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekretaris Jenderal, Kemendikbud Ainun Na’im menyebut pemimpin inovatif dan kreatif harus terus dicetak. Agar Indonesia memiliki pemimpin yang baik di masa mendatang.
 
"Sesuai dengan tema, membangun kepemimpinan strategis untuk menghasilkan pendidikan berkualitas dan SDM, diharapkan dapat membentuk pemimpin inovatif dan kreatif sehingga menjadi pemimpin yang lebih baik," terang Ainun.
 
Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto menyampaikan, PKN tingkat II yang berlangsung sejak Juli 2020 ini memang dilaksanakan dengan metode yang berbeda. Hal ini tak lepas dari kondisi pandemi covid-19.
 
Baca juga:Bakal Angkat Sejuta Guru Honorer, Kemendikbud Diminta Perjelas Mekanisme
 
PKN dilaksanakan secara daring dan luring. Hal ini menjadi cerminan pembelajaran kolaboratif dengan metode baru. Adi menjelaskan, jika pemimpin unggulan dapat muncul karena dukungan berbagai pihak. Untuk itu dia berharap ke depan para lulusan dapat berkolaborasi.
 
"Pemimpin yang berhasil karena dia yang mampu bekerja sama, mampu memotivasi orang lain. Kemudian kapasitas pemimpin adalah kemampuan dirinya meyakinkan orang yang awalnya tidak setuju menjadi mendukung perubahan yang dibawa," ujar Adi.
 
Peserta berasal dari sejumlah pejabat Dwi Pratama serta pejabat administrator yang telah dinyatakan lulus untuk mengikuti pelatihan PKN tingkat II. Pelatihan terdiri dari beberapa tahap.
 
Tahap pertama berlangsung secara daring (28 Juli-12 Agustus 2020), tahap kedua luring di instansi masing-masing (13-30 Agustus 2020), tahap ketiga klasikal (31 Agustus-10 September 2020), tahap keempat implementasi proyek perubahan (11 September-7 November 2020), tahap akhir klasikal (9-14 November) 2020.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif