NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto:  Antara: Aji Styawan
Ilustrasi. Foto: Antara: Aji Styawan

Aptisi: Magang 'Kampus Merdeka' Berpihak pada Kampus Besar

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Ilham Pratama Putra • 07 Februari 2020 17:38
Jakarta:Mahasiswa dari kampus dengan gaung nama yang 'kecil' mengaku khawatir tak mendapatkan tempat magang, karena kerap dipandang sebelah mata oleh perusahaan. Kekhawatiran ini muncul mengantisipasi meningkatnya persaingan mencari tempat magang pascadiluncurkannya program 'Kampus Merdeka' yang digagas Mendikbud, Nadiem Makarim.
 
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Budi Djatmiko menyebutkan, kolaborasi dengan kampus besar seperti yang diusulkan Kemendikbud untuk menaikkan 'kelas' kampus kecil disebut tak menjamin akan mendongkrak kompetensi mahasiswa. Kemendikbud disebut tak membuka mata lebih luas dalam mengambil kebijakan.
 
"8 juta lebih mahasiswa kita lahir dari perguruan tinggi kecil. Sebanyak 70 persen itu perguruan tinggi kecil. Jadi memang perguruan tinggi kecil yang harus diperhatikan," kata Budi kepada Medcom.id, Jumat 7 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, kebijakan ini masih berpihak pada kampus besar yang bakal lebih mudah mencarikan mahasiswanya tempat magang. Budi meminta, Kemendikbud memperhatikan masalah yang lebih besar dulu sebelum mengambil kebijakan.
 
"Kalau kita mau menyelesaikan masalah ya harusnyayang terbanyak dulu (kampus kecil). Kampus besar itu jumlahnya hanya lima persen, berarti hanya segelintir," jelasnya.
 
Untuk itu dia meminta jajaran Nadiem, harus lebih peka. Setidaknya melakukaan pemetaan terhadap kampus kecil dan berapa banyak jumlah mahasiswanya.
 
Sebeb menurut Budi, mahasiswa perguruan kecil juga berhak mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dengan magang. "Pembisiknya Nadiem harus dikasih tahu, perguruan tinggi pendistribusiannya seperti apa. Berapa persen yang kecil, besar, menengah. Kan yang banyak itu perguruan tinggi kecil, yang mahasiswanya itu di bawah 1.000 orang, dan berada di pinggiran, terjauh tertinggal, dan terluar," pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif