Telkom University menandatangani deklarasi 'Merdeka Belajar' dan 'Kampus Merdeka' melalui program Work Ready. Foto: Tel-U/Humas
Telkom University menandatangani deklarasi 'Merdeka Belajar' dan 'Kampus Merdeka' melalui program Work Ready. Foto: Tel-U/Humas

Telkom University Terapkan Kampus Merdeka Mulai Tahun Ini

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi Kampus Merdeka
Muhammad Syahrul Ramadhan • 09 Maret 2020 15:17
Jakarta: Telkom University (Tel-U) melakukan penandatangan deklarasi 'Merdeka Belajar' dan 'Kampus Merdeka' melalui program Work Ready. Program ini akan mulai diimplementasikan di tahun ajaran 2020/2021.
 
Rektor Tel-U Prof. Adiwijaya menyampaikan, program Work Ready ini diterapkan melalui program entrepreneurship dan researchship. Ia berharap program ini bisa berkontribusi untuk mewujudkan SDM Unggul.
 
“Dengan ditandatanganinya deklarasi ini insyaAllah menjadi komitmen Telkom University untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Sehingga mampu menciptakan SDM unggul untuk Indonesia, karena pendidikan tinggi merupakan gerbang untuk menciptakan generasi emas untuk bangsa ini,” kata Adiwijaya saat penandatangan deklarasi program Kampus Merdeka, Senin, 9 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, Uman Suherman mengapresiasi apa yang dilakukan Telkom-U. Tel-U dinilai telah menjadi Perguruan Tinggi pertama yang mendeklarasikan secara terbuka baik dengan sivitas akademika, pemerintah dan disaksikan oleh para pelaku industri.
 
“Saat ini Tel-U menjadi kampus pertama yang dengan terbuka menandatangani deklarasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Oleh karena itu dengan dideklarasikannya Tel-U terhadap kebijakan Kampus Merdeka menjadikan jaminan masa depan mahasiswa, karena deklarasi ini sendiri diikuti juga oleh para pelaku industri, dan Kemendikbud,” ungkapnya.
 
Uman juga menyampaikan, terkait kebijakan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar bukan berarti tanpa norma, tetapi membebaskan para mahasiswa dalam berinovasi sesuai dengan passion masing-masing.
 
“Dari kebijakan ini saya berpesan kepada seluruh perguruan tinggi agar bisa memfasilitasi kebutuhan mahasiswa dalam proses Merdeka Belajar-nya. Oleh karena itu selain dosen yang mengajar tapi dosen wali dan penasihat akademik juga harus berperan aktif dalam membimbing para mahasiswa,” jelasnya.
 
Sementara itu, Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam dalam teleconference-nya menyampaikan Kampus Merdeka dan Merdeka belajar dalam implementasinya mendorong proses pembelajaran di perguruan tinggi semakin otonom dan fleksibel.
 
“Hal ini bertujuan demi tercapainya kultur belajar yang inovatif dan tidak mengekang demi kebutuhan masing-masing institusi pendidikan,” terangnya.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif