Kampus di Korsel Punya Jurusan Melayu-Indonesia
Presiden HUFS Kim In-chul, Medcom.id - Husen
Jakarta: Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) merupakan universitas di Korea Selatan yang mengajarkan budaya dan bahasa Indonesia. Di kampus tersebut, mahasiswa bisa belajar di Jurusan Melayu-Indonesia serta Jurusan Interpretasi dan Terjemahan Bahasa Melayu-Indonesia.

"HUFS menerapkan kurikulum yang terbaik dan berstandar internasional," kata Presiden HUFS Kim In-chul dalam HUFS Alumni World Wide Association Meeting di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis malam, 12 April 2018.


Selain Jurusan Melayu-Indonesia, HUFS juga punya berbagai macam jurusan yang mempelajari bahasa dan budaya negara-negara lain seperti Prancis, Jerman, Rusia, Arab, Turki, hingga Mongolia. HUFS punya lebih dari 50 jurusan yang meliputi ilmu sosial, kemanusiaan, seni, bisnis, hukum, sastra, teknik, serta ilmu eksakta.

Punya berbagai bidang keilmuan dan menerapkan kurikulum terbaik serta berstandar internasional, HUFS dilirik Metro TV. Lewat nota kesepahaman, HUFS dan Metro TV menjalin kerja sama di bidang pendidikan dengan menyediakan beasiswa Strata 1 (S1) kepada dua pelajar Indonesia untuk kuliah di HUFS.


Penandatanganan nota kesepahaman Metro TV dengan Hankuk University soal penandatanganan penyediaan beasiswa untuk pelajar Indonesia, Kamis, 12 April 2018, Medcom.id - Husen


Direktur Utama Metro TV Suryopratomo mengatakan fasilitas itu berupa beasiswa penuh. Mulai dari biaya pendidikan hingga biaya hidup di Korsel selama empat tahun.

"Ini beasiswa full, tinggal bawa kemauan dan sekolah yang betul di sana. Tempat tinggal, makannya, semua sudah ditanggung termasuk biaya kuliahnya selama empat tahun," kata Suryopratomo.

Metro TV akan mencari pelajar yang berasal dari daerah dengan kemampuan akademis tinggi. Sekembalinya menimba ilmu di Korsel, diharapkan penerima beasiswa itu mampu meningkatkan kualitas daerah asalnya.

"Ini harus dikasih kesempatan juga kepada anak dari desa yang beda-beda tipis kemampuannya (dari anak kota) tapi kemauannya jauh lebih besar. Waktu dia pulang kan ilmunya bisa untuk desanya. Mudah-mudahan yang dua terpilih itu satu dari Jawa dan satu lagi dari luar Pulau Jawa. Dari Jawa pun jangan dari kota besar," terang Suryopratomo.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id