Ilustrasi tes swab. Medcom.id/Christian
Ilustrasi tes swab. Medcom.id/Christian

Kasus Masih Tinggi, Penghapusan Tes Swab Syarat Perjalanan Domestik Lebih Baik Ditunda

Renatha Swasty • 15 Maret 2022 11:09
Jakarta: Pemerintah resmi menerapkan penghapusan syarat tes antigen dan PCR bagi pelaku perjalanan domestik. Kebijakan tersebut disertai beberapa syarat khusus, salah satunya pelaku perjalanan domestik minimal telah mendapat vaksin dosis dua.
 
Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) M Atoillah Isfandiari menyebut gelombang ketiga memang telah melewati puncak dan konsisten mengalami penurunan. Namun, kasus harian masih cenderung tinggi.
 
Ato menyebut penerapan kebijakan yang terburu-buru akan meningkatkan kasus harian dan risiko penularan. Dia mengusulkan penerapan kebijakan penghapusan syarat tes antigen dan PCR untuk perjalanan domestik ditunda dua minggu lagi. Penundaan tersebut juga akan membuat kondisi lebih stabil saat memasuki bulan Ramadan dan musim mudik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau kita mau bersabar dua minggu lagi. Kita ada di posisi yang sama dengan akhir Januari, posisi dasar gelombang. Saat ini kita masih berada pada lereng gelombang,” ujar Ato dikutip dari laman unair.ac.id, Selasa, 15 Maret 2022.
 
Wakil Dekan bidang II Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) itu juga menuturkan syarat tersebut kurang tepat. Dia menilai pelonggaran pemeriksaan tes antigen dan PCR lebih baik ditujukan bagi pelaku perjalanan domestik yang telah vaksinasi booster.
 
Hal tersebut akan lebih meningkatkan keamanan saat perjalanan. Selain itu, syarat tersebut juga dapat mendorong masyarakat untuk vaksinasi booster.
 
“Kenyataannya, sebagian masyarakat ikut vaksin bukan karena kesadaraan mendapatkan kekebalan. Tapi agar dapat mengakses yang tidak bisa diakses tanpa vaksin,” tutur dia.
 
Selain itu, penerapan kebijakan tersebut akan mempersulit terdeteksinya kasus positif. Pencabutan syarat tes antigen dan PCR akan menghilangkan salah satu kontributor terbesar dalam tracing covid-19.
 
“Saat mobilitas meningkat, risiko ISPA akan meningkat. Di sisi lain, kita tidak tahu ISPA yang meningkat disebabkan oleh covid-19 atau bukan,” tutur dia.  
 
Ato mengimbau masyarakat tidak lengah menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dia menegaskan vaksinasi hanya salah satu cara untuk menghindari gejala berat.
 
“Tetap pakai masker yang proper sama seperti sekarang dan menjaga jarak. Kita tidak tahu yang bareng kita itu membawa virus atau tidak,” tutur dia.  
 
Ato juga berpesan kepada masyarakat menghindari berkerumun dalam waktu lama. Dia menyarankan masyarakat tidak berkumpul di ruang terbuka.
 
“Kita memang sedang dalam proses penurunan gelombang. Tapi, pandemi belum selesai. Saat ini kita hidup berdampingan dengan covid-19, preventing jauh lebih penting daripada sesal kemudian,” ujar dia.
 
Baca: Kasus Covid-19 Turun, UGM Bakal Evaluasi Kemungkinan PTM 100%
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif