Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

BRIDA Dinilai Penting untuk Pengambilan Kebijakan Berbasis Riset

Pendidikan penelitian Riset dan Penelitian BRIN
Renatha Swasty • 19 April 2022 11:10
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Entitas baru itu diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, organisator, dan kolaborator untuk memecahkan permasalahan berbasis riset.
 
“BRIDA merupakan mitra di daerah yang memiliki arti penting untuk membantu penguatan pengambilan kebijakan berbasis riset, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi bisa terjadi di seluruh level pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta masyarakat luas,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 April 2022.
 
Handoko menuturkan melalui BRIDA, daerah dapat menyampaikan berbagai masalah untuk dicarikan solusi berbasis riset ke BRIN. Sebaliknya, sangat memungkinkan membawa berbagai solusi di pusat maupun daerah lain untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah yang relevan di daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Karena itulah, BRIDA mempunyai tugas strategis yakni memberikan berbagai data dan analisis yang diperlukan dalam menghasilkan sebuah kebijakan, agar seluruh kebijakan di daerah yang ada berbasis hasil riset yang komprehensif (science based policy),” tutur Handoko.
 
Ketua Tim Transisi BRIN sekaligus Plt Kepala Biro Perencanaan Keuangan BRIN, Prakoso Bhairawa Putera, mengatakan BRIDA merupakan perangkat daerah yang dibentuk untuk menyelenggarakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi di daerah. BRIDA merupakan lembaga penelitian dan pengembangan daerah yang selama ini sudah ada, yang fungsinya diperluas.
 
“Tugas BRIDA adalah membantu kepala daerah dalam melaksanakan kebijakan, koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi di daerah secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Prakoso.
 
BRIDA juga bertugas melaksanakan penyusunan rencana induk dan peta jalan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di daerah. Hal itu sebagai landasan dalam perencanaan pembangunan daerah di segala bidang kehidupan yang berpedoman pada nilai Pancasila.
 
Prakoso menjelaskan kehadiran BRIDA diharapkan dapat mencapai tujuan dari penyelenggaraan riset dan inovasi nasional di daerah. Seperti memajukan dan meningkatkan kualitas penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghasilkan invensi dan inovasi di daerah, meningkatkan intensitas dan kualitas interaksi, kemitraan, sinergi antar unsur pemangku kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi di daerah.
 
Selain itu, BRIDA diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan, kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
 
“Yang tak kalah pentingnya adalah, kehadiran BRIDA harus mampu meningkatkan kemandirian dan daya saing daerah,” tutur dia.
 
Saat ini ada beberapa daerah yang sudah atau sedang melakukan proses membentuk BRIDA, seperti Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Jawa Tengah.  Hingga akhir 2022 ditargetkan 50 BRIDA terbentuk di seluruh wilayah Indonesia.
 
Baca: BRIN Bangun Badan Riset Daerah Dorong Perekonomian Masyarakat Lewat Teknologi
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif