Penandatanganan MoU antara UNAIR dan TNI. DOK UNAIR
Penandatanganan MoU antara UNAIR dan TNI. DOK UNAIR

Unair-TNI Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis di Indonesia

Renatha Swasty • 08 Februari 2022 11:33
Jakarta: Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar program pendidikan dokter spesialis. Rektor UNAIR Prof Mohammad Nasih menyebut pihaknya kerap menggelar kolaborasi khususnya pengentasan problem-problem di bidang kesehatan.
 
“Salah satu persoalan bangsa yang mendesak adalah disparitas dalam pelayanan kesehatan. Khususnya ketersediaan dokter-dokter spesialis di Indonesia,” kata Nasih dikutip dari website unair.ac.id, Selasa, 8 Februari 2022.
 
Nasih menyebut Indonesia baru memiliki sekitar 41.000 dokter spesialis dan 145.000 dokter umum. Artinya, satu orang dokter spesialis harus melayani lebih dari 6.000 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


”Persoalan itu tentunya tidak mudah,” kata dia.
 
Sementara itu, hanya ada 41 persen wilayah yang memiliki kecukupan dokter spesialis. Nasih menyebut disparitas dokter spesialis antara kota dan kabupaten juga masih cukup tinggi.
 
“Ini merupakan suatu problem yang harus kita pecahkan bersama,” kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair tersebut.
 
Unair melihat TNI memiliki fasilitas dan potensi besar untuk bekerja sama. Terutama, memenuhi dokter spesialis yang siap ditempatkan di wilayah yang sangat membutuhkan.
 
Nasih menyatakan kerja sama antara Unair dan TNI diwujudkan dalam kolaborasi university based sebagai sarana pendidikan formal dan pemanfaatan potensi rumah sakit TNI sebagai laboratorium. Artinya, rumah sakit TNI bisa menjadi tempat pendidikan utama bagi mahasiswa.
 
Rencananya, kerja sama dimulai pada semester gasal 2022. Saat ini ada sembilan program studi Fakultas Kedokteran (FK) Unair yang berpotensi dimasukkan dalam program tersebut.

9 program studi

Unair juga akan terus menambah jumlah program studi yang dikolaborasikan dalam program itu. Terutama yang berasal dari luar FK.
 
Misalnya, program studi spesialis Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Total sekitar 14 program studi, termasuk dari FKG masuk kerja sama itu.
 
“Kami juga akan bekerja sama dengan FK, Rumah Sakit Dr Soetomo (RSDS), Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), dan dengan profesi. Seluruhnya untuk menyukseskan program ini,” tutur dia.
 
Nasih menyebut Unair-TNI tidak hanya bekerja sama dalam program pendidikan dokter spesialis. Kedua pihak juga terus mendorong dan mengembangkan program lain. Seperti pengembangan vaksin Merah Putih dan malaria.
 
“Saya berharap kita (Unair-TNI, Red) akan terus bekerja sama, bahu membahu membangun ketangguhan, dan kemajuan Indonesia,” kata dia.
 
Penandatangan nota kesepahaman (MoU) kedua pihak menandai komitmen tersebut pada Jumat, 4 Februari 2022. Hadir dalam penandatanganan itu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bersama jajaran pimpinan TNI.
 
Baca: Rektor Unair: Riset Guru Besar Harus Dihilirisasi Jadi Produk
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif