Guru besar Fakultas MIPA UGM, Prof. Dr. Harsojo. Foto: UGM/Humas
Guru besar Fakultas MIPA UGM, Prof. Dr. Harsojo. Foto: UGM/Humas

Fakultas MIPA UGM Tambah Satu Guru Besar

Pendidikan Pendidikan Tinggi Guru Besar
Ahmad Mustaqim • 01 Juli 2020 13:40
Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali menambah daftar guru besar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Prof. Dr. Harsojo, dosen Program Studi Fisika UGM dikukuhkan menjadi guru besar Selasa, 30 Juni 2020.
 
Dalam acara pengukuhannya, Harsojo menyampaikan pidato berjudul 'Peran Material Nano dalam Energi pada Masa Datang'. Harsojo menjelaskan, nanomaterial merupakan material ber
ukuran kecil, bahkan setara dengan rambut manusia yang dibagi 100 ribu.
 
Meski begitu, material ini masih bisa dipilah menjadi no dimensi atau quantum dot, kawat satu dimensi, lapisan tipis dua dimensi, dan partikel untuk tiga dimensi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harsojo memaparkan, sejumlah riset sebelumnya mengungkap material nano memiliki potensi luas menggunakan bahan seperti karbon dan sedikit nanomaterial. Khususnya untuk baterai dan superkapasitor.
 
Baca juga: Mahasiswa UGM Ubah Kotoran Kambing Jadi Briket Biomassa
 
Sementara, bahan nano semikonduktor bisa digunakan untuk lampu Light Emititing Diode (LED). "Energi untuk menyalakan lampu sangat kecil tetapi intensitas cahaya yang dikeluarkan cukup besar. Lampu listrik yang menggunakan LED memiliki umur lampu yang tahan lama," kata dia.
 
Harsojo mengatakan, perubahan material menjadi nano bisa menimbulkan perubahan sifat fisika dan kimia. Kondisi itu hadir akibat efek kuantum di dalam dimensinya.
 
Harsojo mengatakan, salah satu teknologi kawat nano yang telah dinikmati oleh berjuta-juta orang lewat layar sentuh pada gawai dan laptop. Sementara untuk memanfaatkan sifat transparan, kawat nano dapat digunakan untuk membaca tombol handphone yang digerakkan.
 
Menurutnya, tidak hanya di bidang teknologi layar sentuh saja yang berkembang pada masa yang akan datang, namun juga masyarakat akan memasuki era automotif listrik. Pembangkit-pembangkit energi akan bergeser dari skala yang ada ke skala yang feasible.
 
Pada masa itu, menurutnya, energi yang besar akan berfungsi sebagai energi penyuplai yang kadangkala saja diperlukan.
 
"Pemanfaatan sumber energi nantinya tidak hanya terbatas pada energi fosil dan energi terbarukan, tetapi juga energi berbasis karbon atau karbon sisa," ungkapnya.
 
Harsojo lahir di Magelang, 4 April 1958. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1982 dan pendidikan master di UGM tahun 1986. Ia merampungkan masternya di Louisiana State University, Amerika Serikat 1988. Sedangkan, program doktoral diselesaikan di FMIPA UGM 2010.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif