Kampus UNJ. Foto: UNJ/Humas
Kampus UNJ. Foto: UNJ/Humas

OTT KPK, LLDikti Ingatkan Pejabat Kampus Menjaga Sumpah

Pendidikan OTT KPK THR UNJ
Ilham Pratama Putra • 22 Mei 2020 11:48
Jakarta: Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta menyayangkan adanya tindakan gratifikasi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kepada pejabat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Padahal saat pelantikan, para pejabat itu telah disumpah untuk tidak melakukan tindakan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
 
"Harusnya semua pejabat terikat dengan sumpahnya ketika dilantik, mengedepankan integritas," kata Kepala LLDikti Wilayah III DKI Jakarta, Agus Setyo Budi kepada Medcom.id, Jum'at 22 Mei 2020.
 
Dalam mengamankan zona integritas antirasuah bukanlah hal mudah. Menjaga zona integritas dibutuhkan kerja sama semua sektor di institusi pendidikan juga Kemendikbud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena pejabatnya di universitas itu tidak cuma seorang. Ada banyak," tambah Agus.
 
Baca juga:Kemendikbud Kaget Ada Gratifikasi THR di Lingkungannya
 
Lebih lanjut, Agus mengimbau agar para pejabat dunia pendidikan untuk terus menjaga integritas. Selagi para pejabat menjalankan integritas, menurut Agus, tindakan koruptif tak bakal terjadi.
 
"Sepanjang kita kerja dasarnya adalah SOP (Standar Operasional Prosedur), dapat dipastikan tidak akan bermasalah. Jangan pernah abai terhadap SOP dalam sistem penjaminan mutu," tegasnya.
 
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan kasus OTT Rektor UNJ, Komarudin dan beberapa pejabat Kemendikbud ke polisi. Alasannya belum ada unsur-unsur yang cukup untuk bisa ditangani KPK.
 
"Bahwa setelah dilakukan permintaan keterangan, belum ditemukan unsur pelaku penyelenggara negara," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2020.
 
Baca juga:OTT Kemendikbud dan Rektor UNJ Dilimpahkan ke Polri
 
Dugaan kasus rasuah ini bermula pada 13 Mei 2020. Saat itu, Komarudin meminta Dekan Fakultas dan Lembaga di UNJ mengumpulkan uang THR masing-masing Rp5 juta melalui Dwi Achmad Noor. THR itu rencananyA diserahkan ke Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.
 
Pada 19 Mei 2020, terkumpul uang Rp55 juta dari urunan delapan fakultas, dua lembaga penelitian, dan Pascasarjana UNJ. Pada 20 Mei 2020, Dwi membawa uang urunan Rp37 juta ke kantor Kemendikbud. Karo SDM Kemendikbud, Diah Ismayanti sudah menerima Rp5 juta dari Dwi.
 
"Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud Tatik Supartiah (diberikan uang) sebesar Rp2,5 juta, serta Parjono dan Tuti (staf SDM Kemendikbud) masing-masing sebesar Rp1 juta. Setelah itu Dwi Achmad Noor diamankan tim KPK dan Itjen Kemendikbud," ujar Karyoto.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif