Seorang siswa SMK mencoba sepeda motor yang telah di modifikasi pada pameran kreatif siswa SMK Negeri 2 Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, ANT/Jojon.
Seorang siswa SMK mencoba sepeda motor yang telah di modifikasi pada pameran kreatif siswa SMK Negeri 2 Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, ANT/Jojon.

Pemerintah Siapkan Dua Skenario Peningkatan Kapasitas Politeknik

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Intan Yunelia • 13 Mei 2019 15:28
Jakarta: Pemerintah dalam lima tahun ke depan akan fokus pada peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satunya dengan mengoptimalkan kapasitas politeknik melalui dua skenario.
 
Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono mengatakan, dua skenario yang dipersiapkan menyangkut soal anggaran. Pertama, skenario sistem moderat peningkatan kapasitas politeknik sebanyak 150 persen dengan biaya mulai dari Rp11,4 triliun hingga Rp28,5 Triliun.
 
Kedua, sistem optimistis meningkatkan kapasitas politeknik sebanyak 250 persen dengan biaya antara Rp30 triliun hingga Rp75 Triliun. Politeknik, kata Agus, fokus pada jurusan-jurusan yang selaras dengan peralihan ke era Revolusi Industri 4.0.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Pemerintah Wacanakan Pembentukan Komite Pendidikan Vokasi
 
Lulusan-lulusan politeknik akan menyesuaikan dengan kebutuhan industri di setiap kawasan di Indonesia. "Pemerintah sejak tiga tahun terakhir fokus pada upaya revitalisasi pendidikan vokasi mencakup SMK dan Poltek. Hanya persoalannya SMK mengalami kekurangan guru produktif hingga 100 ribu lebih," kata Agus saat Konferensi Pers Percepatan Peningkatan Kualitas SDM dan Guru di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 13 Mei 2019.
 
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah terus mendorong guru memiliki keahlian ganda. Ditambah, mengirimkan guru untuk short course ke luar negeri atau mengundang instruktur yang baik dari luar negeri ke Indonesia untuk Training of Trainers (ToT).
 
"Dari pada mengirim guru keluar untuk pelatihan akan lebih efisien mendatangkn trainers guna melatih guru-guru di Indonesia," ujar Agus.
 
Baca:Guru Asing untuk Transfer Teknologi Bukan Mengajar
 
Menurutnya, pendekatan semacam itu biasanya dilakukan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) melalui sistem exchange program. Tugas LPTK selain melakukan pendidikan profesi guru (PPG) juga akan melakukan berbagai pelatihan, guna meningkatkan kompetensi guru termasuk salah satunya guru produktif.
 
"Jika cara ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan guru produktif, maka bisa saja nanti mengambil dari lulusan poltek (politeknik). Artinya selama belajar di poltek mahasiswa pasti sudah mengikuti magang di industri, tinggal mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru) satu tahun," papar Agus.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif