Pelajar yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) mengikuti latihan di lapangan Gunung Merah Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, ANT/Engel Wally.
Pelajar yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) mengikuti latihan di lapangan Gunung Merah Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, ANT/Engel Wally.

2.000 Beasiswa Kuliah untuk Anak Daerah 3T dan Papua

Pendidikan beasiswa Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 07 Mei 2019 13:45
Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyediakan 2.000 beasiswa kuliah bagi putra dan putri Papua, Papua Barat, dan daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) lewat Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) tahun ini. Kurangnya akses Pendidikan tinggi di daerah 3T masih menjadi kendala dalam pemerataan pendidikan.
 
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Kemenristekdikti mengatakan dari tahun ke tahun pemerintah selalu memberikan peluang lebih besar kepada Anak Papua untuk dapat mengakses pendidikan tinggi, baik itu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berkualitas. “Kuota beasiswa ADik tahun 2019 ada 2.000 beasiswa,” kata Ismunandar saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 7 Mei 2019.
 
Kuota itu dibagi menjadi 800 beasiswa untuk wilayah 3T (kabupaten/kota), 100 beasiswa untuk anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di daerah perbatasan negara. Kemudian 600 beasiswa didistribusikan kepada penerima beasiswa dari Papua dan Papua Barat, 100 beasiswa untuk wilayah 3T Papua dan Papua Barat, dan 400 beasiswa bagi Penerima program ADem (Afirmasi Pendidikan Menengah).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:APK Pendidikan Tinggi Ditargetkan 50% di 2024
 
Sebagai informasi, sasaran program beasiswa ADik adalah siswa-siswi lulusan SMA sederajat, Orang Asli Papua (OAP) dari Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat serta lulusan SMA yang berasal daerah 3T di seluruh Indonesia.
 
Program ADik bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di daerah Papua, Papua Barat dan 3T, meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi, meningkatkan pemerataan pendidikan tinggi. Selain itu juga memperluas wawasan kebangsaan bagi penerima beasiswa ADik.
 
"Kemudian juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari daerah yang terkena bencana alam dan kehilangan akses pendidikan tinggi, untuk melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi di daerah lain," terang guru besar termuda ITB ini.
 
Baca:Beasiswa OSC Bantu Dongkrak APK Pendidikan Tinggi
 
Pemerintah menyediakan beasiswa ADik yang meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, dan pembinaan atau pembimbingan belajar secara khusus. "Agar mahasiswa peserta program beasiswa ADik dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan tuntas dengan hasil yang baik di perguruan tinggi terbaik," ujar Ismunandar.
 
Adapun persyaratan peserta Program ADik adalah sebagai berikut:
 
1. Berasal dari daerah Papua dan Papua Barat, daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T), serta anak TKI dari wilayah perbatasan.
2. Memilih Perguruan Tinggi di luar provinsi asal atau domisili.
3. Siswa yang telah lulus pada tahun 2018 dan siswa yang akan lulus pada tahun 2019.
Jalur Penerimaan Peserta Program ADik
1. Jalur SNMPTN : Peserta lulus SNMPTN
2. Jalur SBMPTN : Peserta lulus SBMPTN
3. Jalur POLTEK : Peserta lulus PMDK-PN
4. Jalur TES ADik : Peserta lulus Tes ADik
 
Prosedur Pendaftaran Program ADik:
 
1. Bagi Peserta LULUS SNMPTN mendaftar secara mandiri ke sistem ADik melalui laman (https://adik.ristekdikti.go.id)
2. Bagi Peserta SBMPTN mendaftar secara mandiri ke sistem ADik melalui laman (https://adik.ristekdikti.go.id) dengan menyertakan nilai UTBK. Bagi yang lulus SBMPTN akan diikutsertakan sebagai calon peserta program ADik sesuai dengan program studi yang dipilih pada SBMPTN.
3. Bagi Peserta LULUS PMDK-PN mendaftar secara mandiri ke sistem ADik melalui laman (https://adik.ristekdikti.go.id)
4. Peserta Tes ADik didaftarkan oleh pemerintah daerah (kabupaten/kota) ke sistem ADik melalui laman (https://adik.ristekdikti.go.id).
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif