Pembukana Simposium Nasional Alumni BPPLN di Jakarta.  Foto:  Kemendikbud/SDID
Pembukana Simposium Nasional Alumni BPPLN di Jakarta. Foto: Kemendikbud/SDID

Beasiswa PPLN Cetak 2.927 Doktor Lulusan Luar Negeri

Pendidikan beasiswa
Intan Yunelia • 21 November 2019 17:58
Jakarta: Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN) memasuki tahun ke sepuluh sebagai sarana bagi dosen di Indonesia melanjutkan studi hingga jenjang S3. Tercatat ada 2.927 alumni BPPLN yang telah lulus dari berbagai perguruan tinggi terbaik dunia.
 
Momentum satu dekade BPPLN ini secara khusus diperingati melalui penyelenggaraan Simposium Nasional Alumni BPPLN Dikti dengan mengusung tema ‘Menggali Potensi Daerah, Membangun Jejaring Internasional untuk Memajukan Indonesia’.
 
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ali Ghufron Mukti mengatakan, negara tujuan studi BPPLN sangat beragam, dari mulai Australia, Selandia Baru, Thailand, Taiwan, Prancis, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan berbagai negara lainnya. Bahkan jika dilihat dari perguruan tingginya, banyak yang masuk di kampus kelas dunia. Di antaranya Imperial College London, University of Oxford, Harvard University, hingga Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Total karyasiswa BPPLN dari 2008 sampai dengan 2019 sebanyak 4.294 orang. Dari angkatan 2008 sampai dengan 2014, sudah lulus 80,2 persen. Sisanya masih menjalani studi di berbagai negara. Namun kami pastikan mereka akan kembali,” kata Ali Ghufron di acara Simposium Nasional Alumni BPPLN di Hotel Grand Sahid Jakarta, Kamis 21 November 2019.
 
Kegiatan ini dihadiri oleh 132 alumni dari berbagai angkatan. Ghufron yakin bahwa para alumni BPPLN pasti memiliki keunggulan yang lebih, baik dalam hal penguasaan Bahasa Inggris, exposure, strategi dalam metodologi penelitian, manajemen, dan lain sebagainya.
 
“Kelebihan ini didapatkan karena pengalaman studi di luar negeri. Oleh sebab itu, ketika kembali Bapak dan Ibu harus menjadi katalisator dalam pembangunan SDM Indonesia,” ujarnya.
 
Ali Ghufron juga mengapresiasi beberapa alumni BPPLN yang kini sudah menjadi profesor. Ia mendorong para dosen untuk meningkatkan kariernya. Namun demikian, Ghufron mengingatkan bahwa seorang profesor harus tetap produktif menghasilkan karya.
 
"Kemampuan kepemimpinan juga perlu dimiliki oleh para dosen. Mereka tidak hanya unggul di suatu bidang, tetapi juga mampu membawa gerbong sehingga risetnya terus berkembang dan regenerasi ilmuwan tidak putus, pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif