Kemenristekdikti Siapkan Sistem <i>Cyber University</i>
Menristekdikti Muhammad Nasir (tengah). (Foto: MTVN/Phytag Kurniati).
Solo: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tengah menyiapkan sistem cyber university. Tujuannya, untuk menjamin mutu perkuliahan daring atau pembelajaran jarak jauh (distance learning).

"Di situ (sistem cyber university), kita akan buat rambu pedoman yang nantinya akan diikuti oleh perguruan-perguruan tinggi yang menerapkan perkuliahan daring," kata Menristekdikti Muhammad Nasir di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 24 Februari 2018.


(Baca juga: Pembelajaran Daring Menuntut Mahasiswa Proaktif)

Jaminan mutu, lanjutnya, sangat diperlukan untuk memastikan kualitas perkuliahan daring tidak berbeda dengan perkuliahan tatap muka. "Supaya mutu yang ada tidak ada bedanya antara face to facedan distance learning," imbuhnya.

Nasir mengemukakan, perkembangan teknologi dan informasi menuntut penyesuaian dari masyarakat, tak terkecuali bidang pendidikan tinggi. Ia menyebut kuliah tatap muka perlahan berkembang menjadi perkuliahan daring.

(Baca juga: Blended LearningTolok Ukur Pengembangan Pendidikan Tinggi)

Perkembangan teknologi infomasi dalam pembelajaran daring juga mampu mengatasi terbatasnya jumlah dosen yang tak sebanding dengan jumlah mahasiswa. Dalam hal ini, Nasir mencontohkan rasio dosen dan mahasiswa pada perkuliahan tatap muka.

"Rasio dosen dan mahasiswa, 1:30 untuk eksakta dan 1:40 untuk sosial, khususnya untuk PTS," ujar dia. 

Sementara perkuliahan dengan sistem daring tak pengaruh pada rasio jumlah dosen dengan mahasiswa. "Bisa jadi one professor, 1.000 student," tutupnya.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id