Muhammad Risky Pratama. Foto: TVR Parlemen
Muhammad Risky Pratama. Foto: TVR Parlemen

Bawa 30 Kg Ikan dengan Sepeda hingga Putus Sekolah, Kini Risky Kembali Belajar di Sekolah Rakyat

Ilham Pratama Putra • 14 Agustus 2026 14:04
Ringkasnya gini..
  • Risky pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa 30 kg ikan untuk dijual.
  • Ia sempat putus sekolah dan belum lancar membaca serta berhitung.
  • Kini Risky kembali belajar dan menata cita-cita melalui Sekolah Rakyat.
Jakarta: Perjalanan Muhammad Risky Pratama untuk mendapatkan hak pendidikannya tidaklah mudah. Bocah 12 tahun itu pernah harus mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual agar bisa mendapatkan pendidikan.
 
Kisah Risky disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026, Jumat, 14 Agustus 2026. Karena kesulitan yang dihadapinya, Risky bahkan sempat putus sekolah. 
 
Baca juga: Kisah Ismi Ulfaida, Anak Buruh Tani dari Sekolah Rakyat Terpilih Jadi Paskibraka Nasional 2026  

Beruntung, kini pemerintah menyediakan program Sekolah Rakyat untuk Risky. Prabowo mengatakan jika kisah seperti Risky sangat banyak dijumpai di Sekolah Rakyat. 
 
"Bayangkan badan seperti ini naik sepeda membawa 30 kilo ikan. Luar biasa kau Rizki, kau anak yang baik," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026, Jumat 14 Agustus 2026. 

Ketika kemudian masuk Sekolah Rakyat, ia ternyata belum lancar membaca dan belum mampu menghitung dengan baik. Namun, dengan pembelajaran yang ia jalani di Sekolah Rakyat, kondisi tersebut kini mulai berubah.
 
Melalui Sekolah Rakyat, Risky kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus menata cita-citanya. Bagi Prabowo, cerita Risky menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak selalu berkaitan dengan kemauan anak untuk bersekolah.
 
Persoalan pendidikan selalu berkaitan dengan kondisi ekonomi dan keluarga. Hal itulah yang dapat membuat seorang anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
 
Karena itu, pemerintah menjalankan program Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat dirancang untuk menyasar anak-anak dari keluarga miskin di Indonesia.
 
Baca juga: 
 
 

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang menyediakan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Prabowo mengatakan program tersebut diarahkan untuk memutus lingkaran kemiskinan. 
 
Kondisi ekonomi orang tua, menurut dia, tidak boleh secara otomatis menentukan masa depan anak. "Saya yakin Riski, kau akan menjadi pribadi yang kuat," ujar Prabowo.
 
Prabowo pun menegaskan pendidikan menjadi salah satu bentuk investasi paling penting untuk masa depan anak Indonesia. "Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," tegasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan