UI Internastional Conference on G20. Foto: UI
UI Internastional Conference on G20. Foto: UI

Sri Mulyani dan Airlangga Hartarto Hadir di UI International Conference on G20

Citra Larasati • 16 Juni 2022 19:47
Jakarta:  Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir sebagai pembicara kunci pada Universitas Indonesia (UI) International Conference on G20.  Forum ini bertajuk “Boosting Indonesia’s Role in G20 Presidency 2022".
 
Airlangga memaparkan tantangan baru bagi pemulihan ekonomi pascapandemi adalah 5C Challenges. Kelima tantangan tersebut diantaranya Covid-19, Conflict in Ukraine, Climate Change, Commodity Price Increase, dan Cost of Living. “Mandat Presidensi G20 Indonesia menggarisbawahi harapan akan kepemimpinan dalam memobilisasi aksi global yang kolektif dan masif. Sebagai forum ekonomi global perdana, G20 di bawah kepemimpinan Indonesia dapat menyusun pedoman politik untuk memenuhi SDGs,” kata Airlangga dalam siaran pers UI, Kamis, 16 Juni 2022.
 
Airlangga menjelaskan, Indonesia fokus pada tiga bidang prioritas pada KTT G20 2022, yaitu arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digitalisasi, dan transisi energi.  Untuk mencapai pemulihan yang lebih kuat, kata Airlangga, perlu membuat sumber ekonomi yang accessible.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kita perlu meningkatkan pendapatan masyarakat umum di mana 60 persen dari mereka mengalami penurunan pendapatan karena pembatasan covid-19.  "Kita harus membantu negara berkembang yang membutuhkan lebih dari 1,2 triliun per tahun untuk mendanai perlindungan sosial mereka,” ujar Airlangga.
 
Presidensi G20 menggarisbawahi pentingnya kolaborasi secara inklusif setiap negara sehingga setiap warga negara, termasuk kelompok rentan mendapat manfaat dari tindakan, kebijakan, dan rekomendasi G20. Tahun ini Indonesia memiliki momentum untuk memberikan warisan internasional melalui Presidensi G20.
 
Pembicara kunci kedua dalam forum ini adalah Sri Mulyani Indrawati. Ia  menyampaikan, ini adalah waktu yang sangat tepat dan menarik sekaligus menantang baik dari segi waktu maupun situasi yang harus kita kelola.  Khususnya Indonesia dalam melaksanakan Presidensi G20.
 
"Karena, situasi global saat ini berubah dengan sangat dramatis dan kita dihadapkan dengan ketidakpastian. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa 2022 diharapkan menjadi tahun pemulihan (recovery). Oleh sebab itu, ketika Indonesia memutuskan untuk mengambil alih Presidensi G20 dari India, kami mengusung tema semangat pulih bersama (recover together, recover stronger),” ujarnya.
 
Menkeu juga menyampaikan apresiasinya pada UI yang telah menjadi bagian dari Presidensi G20 dan berperan penting selama proses G20. UI memiliki begitu banyak sivitas akademika untuk mendedikasikan hidupnya atau selalu berpikir ke depan.
 
Para akademisi ini dapat memberikan solusi dari berbagai permasalahan yang saat ini sedang dihadapi Indonesia dan dunia. “Jika kita semua mengerahkan upaya dan energi untuk mengatasi masalah yang secara strategis penting bagi manusia dan kemanusiaan di dunia, dengan begitu UI akan benar-benar menjadi guru bangsa,” kata Sri Mulyani.
 
Rektor UI, Ari Kuncoro menyambut antusias kehadiran kedua keynote speaker yang juga alumnus UI itu.  Ari menyampaikan bahwa konferensi ini diselenggarakan guna memperkuat peran UI sebagai salah satu universitas mitra pemerintah Indonesia yang berkontribusi pada kebijakan-kebijakan berbasis riset dalam bidang sains, teknologi, kesehatan, seni dan budaya, dan juga sebagai bagian dari kerja sama global.
 
“UI memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung kepemimpinan Indonesia dalam G20. UI memainkan peran strategis dalam mengadakan diskusi dan dialog tentang isu-isu penting dan berkontribusi secara intelektual pada prioritas utama Presidensi G20 Indonesia,” ujar Ari.
 
Lebih lanjut Ari mengungkapkan, para peneliti UI telah merumuskan pemikirannya ke dalam draft policy brief. “Sebanyak 43 rekomendasi kebijakan pada tiga isu prioritas serta isu lintas sektoral dan ide dari forum T20 telah dipresentasikan dan didiskusikan kemarin pada hari pertama konferensi,” katanya.
 
Ia menambahkan, hasil dari diskusi tersebut akan dikompilasi sebagai policy brief, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi tiga isu prioritas Presidensi G20 Indonesia. Dalam kesempatan itu, Rektor UI dengan bangga menyampaikan kontribusi lain UI untuk Presidensi G20 Indonesia, yaitu UI menyerahkan Bus Listrik UI ke Pemerintah yang akan digunakan pada G20 Summit di Bali Oktober-November 2022.
 
Baca juga: Mengenang Mochtar Kusumaatmadja, Perannya Bagi Dunia Hukum di Indonesia
 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif