Siswa SMA tengah cuci tangan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran covid-19. Foto: Dok. Kemendikbud
Siswa SMA tengah cuci tangan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran covid-19. Foto: Dok. Kemendikbud

Mahasiswa Ditugaskan Himpun Data Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Ingat Pesan Ibu
Ilham Pratama Putra • 13 Oktober 2020 17:24
Jakarta:Sebanyak 1.800 mahasiswa dilibatkan menjadi agen perubahan perilaku oleh Satgas Penanganan Covid-19. Salah satu tugasnya adalah, mahasiswa yang turun ke masyarakat diminta menghimpun data terkait tingkat kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan.
 
"Monitoring yang dilakukan mahasiswa kita bisa tahu juga di lapangan orang sudah patuhnya seperti apa," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry Harmadi,dalam konferensi pers virtual, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Data itu sangat dibutuhkan oleh satgas covid-19 untuk memetakan potensi penularan virus korona di satu daerah. Nantinya mahasiswa jugs sksn dilengkapi aplikasi saat turun ke masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi teman-teman mahasiswa yang tugas di lapangan terhubung dengan aplikasi dan melaporkannya," ujar Sonny.
 
Tak hanya memberikan laporan, mahasiswa tentunya juga melakukan edukasi protokol kesehatan. Dalam aplikasi itu kata Sonny, akan terdata pula sudah berapa masyarakat yang mendapat edukasi.
 
"Berapa banyak yang diedukasi, apa respons yang masuk, apakah terjadi pelanggaran, berapa orang menggunakan masker, jadi itu terus dilakukan," jelasnya.
 
Baca juga:Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Perilaku Bisa Dikonversikan ke SKS
 
Edukasi menjadi fokus penting yang akan digencarkan Satgas Penanganan Covid-19 melalui peran mahasiswa yang menjadi agen perubahan perilaku. Sebab dari data Satgas Penanganan Covid-19, masih ada 44,9 juta masyarakat Indonesia yang beranggapan covid-19 tidak berbahaya.
 
"Saat ini 17 persen masyarakat belum menyadari jika covid-19 adalah virus berbahaya. Artinya ada 44,9 juta orang yang mesti disadarkan. Di sinilah peran mahasiswa di masyarakat untuk bisa menyentuh mulai dari lingkungan terdekat mereka," kata Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.
 
Program mahasiswa menjadi agen perubahan perilaku ini sekaligus menguatkan kampanye #ingatpesanibu dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan.
 
Tidak hanya itu, untuk saat ini 3M menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif