Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun.  Foto:  Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Pemuda Muslim Diajak Menghilangkan Fobia Dunia Terhadap Islam

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Candra Yuri Nuralam • 07 Oktober 2019 13:45
Jakarta: Pemuda muslim di Indonesia diajak menghilangkan stigma dan fobia dunia terhadap radikal yang selama ini dinilai melekat dengan Islam. Stigma radikal bisa hilang jika para pemuda muslim mengamalkan ajaran Islam dengan baik.
 
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun dalam sebuah diskusi mengajak pemuda muslim Indonesia untuk tidak terjerumus dan bergabung dalam paham radikalisme. Pemuda muslim, kata dia, harus bisa membedakan ajaran yang baik dan buruk.
 
Hal ini perlu dilakukan oleh seluruh pemuda di Indonesia. Pasalnya, para pemuda merupakan cikal bakal penentu masa depan bangsa yang bisa mengubah pemikiran negatif tentang Islam di mata dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tantangan yang sedang menyerang Islam di dunia adalah tantangan tuduhan teroris. Ini dikenal dengan Islam fobia, sebagaimana diketahui risalah Islam itu komprehensif yang lekat dengan perkembangan waktu," kata Zuhair, di Kampus FEB Uhamka, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin, 7 Oktober 2019.
 
Zuhair mengatakan, saat ini merupakan tantangan pemuda muslim untuk memerangi pandangan islam lekat dengan kelompok ekstrimis yang menjelekkan citra kaum muslim di dunia. Pandangan ini bisa diubah jika para pemuda menyebarkan informasi yang benar terkait dengan agama Islam.
 
"Berbicara tentang pemuda, mereka adalah salah satu kategori yang mempunyai peran penting ke depan. Karena mereka punya kekuatan untuk menerangkan informasinya," ujar Zuhair.
 
Salah satu penyampaian informasi yang benar kepada publik adalah dengan cara mengaplikasikan sikap dan teladan yang diajarkan dalam agama Islam pada kehidupan sehari-hari. Tentunya, kata Zuhair, pengaplikasian ini harus didasari kepada ajaran nabi dan bukanlah paham radikalisme.
 
"Bagi kita semua yang merasa muda harus tahu apa itu agamanya dan benar mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari," tutur Zuhair.
 
Untuk itu dia meminta pemuda muslim di Indonesia untuk tidak bermalas-malasan saat ini. Pasalnya, para pemuda merupakan tumpuan masa depan bangsa dan negara.
 
"Pemuda merupakan elemen penting di masyarakat dan tiang kaum dan umat. Apabila masa muda dilakukan tidak baik maka itulah bukti kehancuran bangsa. Dan yang terakhir para pemuda harus hati-hati terhadap pikiran yang bisa merusak pemikiran dan jalan pikiran ke depannya," ucapnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif