Menristek dan Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. Foto:  Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Menristek dan Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Kemampuan Riset Indonesia Menurun

Pendidikan inovasi Riset dan Penelitian
Ilham Pratama Putra • 02 Desember 2019 15:19
Jakarta: Kemampuan riset Indonesia menurun dari tahun sebelumnya. Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro mencatat Indonesia saat ini berada di peringkat 50 berdasarkan catatan Global Innovation Index 2019.
 
"Hanya di posisi 50 dari 141 negara. Pernah di posisi 35 dan 45 pada dua tahun sebelumnya," kata Bambang, di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.
 
Hal ini. kata Bambang, sangat disayangkan. Menurutnya, peringkat Indonesia merosot karena kurangnya inovasi dalam penelitian. "Karena memang yang membuat trading turun itu rendahnya inovasi di Indonesia. Artinya memang inovasi harus jadi tujuan bersama untuk meningkatkan daya saing bangsa," jelas Bambang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, inovasi tak akan mampu berjalan sendirian. Inovasi harus ditemani dengan langkah-langkah yang mendorong terjadinya riset sebagai awal dari inovasi.
 
"Harus dimulai dari hulunya, mulai dari riset yang sifatnya dasar, lalu terapan, lalu muncul inovasi yang kemudian ketika dihilirkan menjadi komersial," kata dia.
 
Bambang meminta peneliti untuk lebih giat lagi. Karena inovasi lahir bukan hanya proses satu malam. Akan ada proses panjang dalam kegiatan riset hingga pengembangan.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif