Suasana wisuda UMN. Foto: UMN/Humas
Suasana wisuda UMN. Foto: UMN/Humas

Jebolan UMN Dibekali Technopreneurship

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 02 Desember 2019 18:39
Jakarta: Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Ninok Leksono menyebut, era industri kreatif saat ini membuat persaingan semakin sengit yang tak lepas dari banyaknya pemain di industri kekinian tersebut. Hal tersebut membuat peran teknologi semakin krusial.
 
Namun menurutnya, teknologi saja belum tentu efektif jika tidak disertai dengan jiwa technopreneurship. Technopreneurship mengambil peran dalam industri kreatif. Ninok menyebut, Technopreneurship mengambil peran strategis dalam industri kreatif.
 
Dengan jiwa technopreneurship, suatu karya industri kreatif tidak hanya bisa dipercantik desainnya, melainkan juga ditingkatkan kualitas produksinya dan ditepatkan waktu pengirimannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu Neno menuturkan, UMN terus berupaya membentuk karakter lulusan yang memiliki jiwa technopreneurship. Melalui pembaruan kurikulum, dan tata ulang metode pembelajaran.
 
"Seperti penerapan collaborative learning, ditambah dengan menu entrepreneurship dan juga motivasi untuk menjadi insan pembelajar yang adaptif, diharapkan mahasiswa UMN setelah lulus punya bekal untuk menjadi technopreneur,” jelas Ninok ketika saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda XVI UMN, Jakarta, dikutip dari siaran pers di Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.
 
Sementara itu pegiat digital dan pendiri tech-based company pertama di Indonesia Bubu.com Shinta W. Dhanuwardoyo menyampaikan kepada para wisudawan, untuk mempunyai mimpi dan keberanian. Sebab dalam industri kreatif memiliki mimpi saja tidak cukup.
 
"Kalian harus memiliki mimpi dan berani untuk mengeksekusinya. Lakukanlah sesuai passion kalian,” ujarShinta.
 
Ia menyebut peluang technopreneurship besar sekali. Untuk itu, para lulusan jangan takut untuk mencoba. "Tidak semua harus menjadi entrepreneur. Cobalah cara baru untuk mencari tempat yang kalian anggap cocok dengan apa yang menjadi identitas diri kalian dan juga passion kalian. Jangan takut untuk gagal, karena kesuksesan itu adalah statistic game. Kalau kita tidak mencoba, kita tidak tahu akan berhasil atau tidak,” papar Shinta.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif