Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Nadiem: Kurikulum Darurat Mampu Tekan Ketertinggalan Literasi dan Numerasi

Pendidikan Sekolah kurikulum 2013 Kurikulum Pendidikan Nadiem Makarim
Ilham Pratama Putra • 28 September 2021 17:37
Jakarta: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan, kurikulum darurat efektif mendukung pembelajaran selama masa pandemi covid-19. Kurikulum itu juga dapat dipercaya memperkecil ketertinggalan dalam literasi dan numerasi dengan signifikan. 
 
"Secara signifikan bahwa bagi yang mengikuti kurikulum darurat ini ketertinggalannya lebih kecil," kata Nadiem dalam webinar BangkitBareng, Selasa, 28 September 2021.
 
Dia mengatakan, hal tersebut merupakan hasil riset awal dari penggunaan kurikulum darurat saat ini. Nadiem mengingatkan, penggunaan kurikulum darurat di sekolah bersifat sukarela tanpa ada pemaksaan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini ada 30 persen sekolah di Indonesia yang menggunakan kurikulum tersebut," terangnya.
 
Dia mengatakan, sebelum mempublikasikan hasilnya secara utuh, kementerian akan terus memperdalam riset terkait kurikulum darurat. Meski begitu, dia menilai kondisi tersebut sangat logis mengingat kurikulum darurat sangat sederhana.
 
"Masuk akal logikanya (kurikulum) lebih ramping, sederhana, dan lebih fokus. Berarti yang skill-skill dasar seperti numerasi dan literasi bisa lebih terjaga," jelasnya.
 
Baca: Aptisi: Kurikulum Perguruan Tinggi Harus Sesuai Kebutuhan Generasi Z
 
Nadiem menilai, hasil dari kurikulum darurat bisa jadi indikator awal pentingnya penyederhanaan kurikulum dalam sistem pendidikan di Indonesia. Tanpa itu, sekolah tidak akan mampu mengejar ketertinggalan literasi dan numerasi.
 
Dia menyebut, kurikulum saat ini memaksa guru mengejar setiap aspek pembelajaran. Menurutnya, kondisi tersebut membuat guru tidak memiliki kesempatan mengejar aspek yang lebih penting atau lebih tertinggal.
 
Nadiem juga menambahkan, kurikulum harus fleksibel. Dengan begitu guru dan pihak sekolah memiliki waktu untuk mengejar ketertinggalan kompetensi siswa dengan berbagai metode yang paling sesuai.
 
"Kalau kita mengejar semua kita tidak bisa mengejar ketertinggalan," tuturnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif