Universiti Sains Malaysia (USM) berhasil bertengger di posisi ke-5 dunia, sementara Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyusul kuat di peringkat ke-7 dunia. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa kampus-kampus Negeri Jiran ini tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi juga menjawab permasalahan nyata dunia melalui 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs).
Minister Consellor (Pendidikan) Kedubes Malaysia untuk Indonesia, Dr. Hasnul Faizal Hushin Amri menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar kebetulan belaka, melainkan hasil dari komitmen nasional yang digarap serius.
"Semua universitas di Malaysia ini menyertai hal-hal yang terkait dengan kemajuan SDG dan juga pencapaian SDG di seluruh dunia. Seperti yang kita lihat di sini, pencapaian bagi dua universitas ini, USM dan UKM, kita lihat merupakan usaha-usaha bagaimana meningkatkan tanggung jawab dan juga usaha dalam memperkuat SDGs di konteks khususnya di Malaysia," jelas Atase Pendidikan di Jakarta.

Dua kampus Malaysia raih THE Sustainability Impact Ratings 2026. Foto: Medcom/Citra Larasati
Kampus UKM punya 70 persen kawasan hijau
Salah satu kampus yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung SDGs adalah UKM, sehingga diganjar untuk menduduki peringkat ke-7 dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026. Naib Canselor (Rektor) UKM, Prof Dato' Dr. Sufian Jusah, mengungkapkan, kampus UKM selama ini benar-benar mengimplementasikan kehidupan yang berkelanjutan dalam kesehariannya.Bukan cuma fokus pada teori di kelas, UKM memiliki Hutan Simpan Kekal (Permanent Forest Reserve) sendiri dan sedang meluncurkan ESG Advisory at UKM. Yakni ebuah fasilitas gabungan untuk membantu perusahaan dalam pelaporan standar lingkungan dan sosial.
"Pada masa ini, contohnya kampus UKM adalah 70% hijau. Kita juga mempunyai Permanent Forest Reserve di dalam kampus. Kita memberikan work at campus, maknanya pelajar-pelajar boleh bekerja di dalam kampus. Kita juga membina jaringan antarabangsa dalam segi sustainability di seluruh dunia," ungkap Sufian.
Penerapan SDG ini dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Kampus ini bahkan secara aktif menerjunkan akademisinya ke desa-desa terpencil dan menggarap proyek energi terbarukan berskala nasional.
Mengutip laman UKM, capaian pada THE Sustainability Impact Ratings 2026 UKM didukung oleh peningkatan skor pada sembilan SDG dan keberhasilan mempertahankan kinerja pada tiga SDG lainnya. UKM berhasil menempatkan 14 SDG dalam kelompok 50 terbaik dunia, 9 SDG dalam kelompok 20 terbaik dunia, 4 SDG dalam kelompok 10 terbaik dunia, dan 3 SDG dalam kelompok 5 terbaik dunia.
Pencapaian paling menonjol diraih pada SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) yang menempati peringkat kedua dunia. Sementara itu, SDG 1 (No Poverty) dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) masing-masing berada di posisi keempat dunia.
Benefit untuk Mahasiswa RI
Bagi calon mahasiswa dari Indonesia yang ingin study abroad, UKM menjadi salah satu destinasi paling strategis. Kampus ini memiliki sejarah panjang yang erat dengan Indonesia dan menaungi lebih dari 3.000 alumni yang tersebar dari Aceh hingga Sulawesi. Beberapa tokoh besar Indonesia juga tercatat pernah mengenyam pendidikan di sana."Kami memiliki sekitar 3.000 alumni di Indonesia, berbasis dari Aceh hingga Sulawesi. Salah satu titik vokal yang bagus untuk UKM adalah karena kami memiliki hubungan dengan Indonesia dari awal. Pada awal kita memiliki banyak dosen dari Indonesia yang belajar di UKM. Beberapa nama besar seperti Amin Rais, Ustadz Abdul Somad yang belajar di UKM," terang Sufian.
Menariknya, ada keistimewaan khusus yang mungkin jarang ditemukan di kampus luar negeri lainnya. Mahasiswa Doktoral (S3) asal Indonesia diizinkan untuk menyusun tugas akhirnya menggunakan bahasa serumpun.
"Nomor dua adalah pelajar PhD dari Indonesia. Jika mereka datang ke UKM, mereka bisa menulis tesis mereka dalam bahasa. Jadi mereka tidak perlu menulis tesis mereka dalam bahasa Inggris," tambahnya.
Baca Juga :
Green Flag! Western Sydney University Tembus Top 3 THE Sustainability Impact Ratings 2026
"DNA" Baru Pendidikan Global
Keberhasilan Malaysia menembus peringkat top dunia juga didorong oleh kekuatan kolaborasi, atau yang tercantum dalam SDG 17 (Partnership for the Goals). Di kategori ini, USM bahkan menyabet posisi peringkat 1 dunia!Chief Marketing Officer (CMO) Education Malaysia Global Services (EMGS), Shahrill Sabarudin, menilai bahwa semangat kolaborasi ini sebenarnya adalah karakter asli masyarakat Nusantara.
"Kolaborasi itu adalah DNA kita dalam nusantara. Dan itu juga sebuah hal yang simbolis dengan keberadaan event ini di Indonesia. Karena kita terkenal dengan warna dan hospitalitas kita. Yang mana di atas kita punya konteks sejarah, kita punya proximity kepada the west and east waterways of the world. Kita sebenarnya ada banyak kaya dengan sifat untuk bersama, berkolaborasi, berkawan, dan sebagainya," jelas Shahrill.
Selain diakui melalui ranking global bergengsi, Malaysia terus memprioritaskan studi yang menjamin relevansi masa depan, seperti kecerdasan buatan (AI), teknologi hijau (green technology), hingga energi terbarukan.

Chief Marketing Officer (CMO) Education Malaysia Global Services (EMGS), Shahrill Sabarudin. Foto: Medcom/Citra Larasati
Spill Peluang Kuliah Lewat Mega Ayo Kuliah!
Buat kamu yang penasaran dan ingin mengeksplorasi peluang study abroad berkualitas tinggi namun dengan biaya dan jarak tempuh yang super terjangkau, kesempatan emas sudah di depan mata. Malaysia akan memboyong puluhan kampusnya langsung ke Jakarta!"Mega Ayo Kuliah akan diadakan di Jakarta pada 11 dan 12 Juli 2026. Kita membawa 26 universitas dari Malaysia, termasuk universitas yang memenangi award SDGs pada hari ini. Jadi masuk gratis, jadi pelajar-pelajar yang ingin melihat program ataupun ingin mencari jurusan yang sesuai, boleh hadir pada tanggal 11 dan 12 Juli mendatang," tutup Shahrill
Jadi, tunggu apa lagi? Persiapkan dirimu untuk bergabung ke dalam ekosistem kampus berkelas dunia yang benar-benar peduli dengan masa depan Bumi!
| Baca juga: 20 Kampus Paling Peduli Krisis Iklim Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026, Ada Kampusmu? |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda