NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala
Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala

Penghapusan UN Hilangkan Ketergantungan pada Bimbel

Pendidikan Ujian Nasional
Muhammad Syahrul Ramadhan • 08 Januari 2020 12:24
Jakarta: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, M Nur Kholis Setiawan mengungkapkan sejumlah alasan Ujian Nasional diganti menjadi asesmen dan survei oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satunya adalah untuk menghilangkan ketergantungan siswa terhadap lembaga bimbingan belajar.
 
Nur Kholis mengatakan, gagasan penghapusan UN berangkat dari keprihatinan munculnya penganaktirian mata pelajaran, komersialisasi buku soal, dan ketergantungan pada lembaga les belajar. "Ini menurut saya salah satu kekeliruan, karena mengukur seseorang pintar atau tidak itu bukan tipe bilangannya salah satu dari mata pelajaran," jelas Nur Kholis dalam siaran pers Kemenag, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Lebih lanjut, terkait kepintaran yang hanya diukur dari nilai akademik mapel tertentu seperti UN yang hanya menguji beberapa mapel saja merupakan bentuk diskriminasi. Sebab, tidak menutup kemungkinan peserta didik memiliki keunggulan di mata pelajaran lain yang tidak di UN-kan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nur Kholispun mengutip kalimat pembuka jilid pertama dari Syarah Minhajul 'Abidin berjudul Sirajutthalibin yang ditulis Mbah Ihsan Jampes. bahwa 'Masing-masing orang punya kapasitas'. Dalam hal ini dunia pendidikan tidak boleh melakukan diskriminasi seperti yang selama ini terjadi, yakni menilai peserta didik hanya dari beberapa mapel.
 
Untuk itu, Nur Kholis meminta para guru fokus pada pengembangan diri dan mempersiapkan peserta didik dalam merespons tantangan zaman. Menurutnya, kurikulum dan alat evaluasi bisa berubah.
 
Jika Ujian Nasional dihapus, itu bukan berarti menghilangkan evaluasi. Sebab, alat evaluasi sangat beragam. "Yang penting bagi para pendidik madrasah adalah memacu diri sekaligus menyesuaikan dengan dinamika tantangan peserta didik," ujar Nur Kholis.
 
Iamengatakan, yang menjadi tanggung jawab Kemenag kini adalah menyiapkan kurikulum yang baik, menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, serta kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan.
 
"Tentu ada perbedaan kesejahteraan pendidik antara beberapa tahun lalu dengan sekarang yang diharapkan dapat menjadi spirit dalam menjalankan tugasnya," tandasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif