Pendiri Specialisterne Foundation Thorkil Sonne di Atma Jaya
Pendiri Specialisterne Foundation Thorkil Sonne di Atma Jaya

LAIA 2019 Gerakan Lowongan Kerja untuk Penyandang Autisme

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Desember 2019 13:37
Jakarta:Specialisterne Foundation (SF) bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya menyelenggarakan Luncheon Advantage Indonesia Autism (LAIA) 2019 di Kampus 1 Semanggi Unika Atma Jaya. Forum ini digelar untuk memperingati hari disabilitas internasional yang jatuh pada 3 Desember.
 
Forum inibertujuan untuk mempromosikan pekerjaan bagi penyandang autis secara global. Selain itu juga bagian dari upaya mendukung Pasal 27 Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas (CRPD) tentang pekerjaan dan pengakuan hak para penyandang cacat untuk bekerja secara setara dengan orang lain.
 
"Termasuk untuk ke pasar tenaga kerja dan lingkungan kerja yang terbuka, inklusif dan dapat diakses,"kata Pendiri Specialisterne Foundation Thorkil Sonne, di Jakarta, 5 Kamis Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui program ini dilakukan diskusi yang terkait dengan peningkatan bakat dan pengembangan karier untuk penyandang autisme. Termasuk memberikan inspirasi dari praktik terbaik difabel di pasar tenaga kerja dengan melibatkan para pakar, akademisi, pengambil kebijakan untuk memberikan ruang bagi penyandang autisme secara khusus dan penyandang disabilitas secara umum dan pelaku usaha.
 
"Gelaran ini juga ingin mewujudkan satu juta lapangan kerja seluruh dunia bagi orang penyandang Autisme," terangnya.
 
Pendiri Specialisterne Foundation Thorkil Sonne mengapresiasi komitmen untuk membantu penyandang autisme mendapatkan pekerjaan. Ia pun berharap ini bisa membuat mata para pemangku kebijakan melek mempekerjakan penyandang autisme.
 
"Kami berharap dapat berkumpul dengan pikiran terbuka, bertukar pikiran dengan para pemimpin untuk membahas bagaimana semua pemangku kepentingan dapat memperoleh manfaat dari tenaga kerja penyandang autis di pasar tenaga kerja utama," kata Thorkil.
 
Menurutnya Indonesia dengan populasi yang besar dibarengi keberagaman kultur bisa menjadi aktor utama di kancah global dalam menunjukkan cara-cara baru untuk memanfaatkan keunggulan autisme.
 
Dekan Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta, Angela Oktaviani Suryani menjelaskan, keterlibatan FP UAJ pada program ini dalam bentuk program pelatihan dan pembuatan modul-modul. Antara lain pelatihan wawancara bagi perusahaan yang membuka diri bagi penyandang autisme, pelatihan bagi caregiver, dan pelatihan bagi perusahaan itu sendiri.
 
“Ini merupakan komitmen kami dan universitas yang memiliki nilai inti kepedulian sosial,” jelasnya.
 
Beberapa tokoh publik juga hadir dalam acara ini, salah satunya perwakilan Komisi I DPR-RI, Muhammad Farhan. Ia mengatakan, hal yang paling penting adalah menjadi yang menjaga kesinambungan usaha kita untuk menjadi masyarakat yang lebih inklusif.
 
"Karena bagaimanapun juga inklusifitas itu sebenarnya bukan masalah keterbukaan terhadap penyandang disabilitas tetapi harus menjadi bagian dari kebhinekaan Indonesia, serta usaha yang berkelanjutan seperti ini mesti ada juga di berbagai macam daerah” jelasnya.
 
Specialisterne Foundation adalah yayasan nirlaba dengan tujuan untuk menghasilkan lapangan kerja bagi satu juta penyandang autisme/neurodivergent melalui kewirausahaan sosial, keterlibatan sektor korporasi, dan perubahan pola pikir global.
 
"Dengan kantor pusat yang berlokasi di Kopenhagen, Denmark, Specialisterne Foundation bekerja secara global untuk mewujudkan visi kami tentang dunia di mana orang diberi kesempatan yang sama di pasar tenaga kerja," ujar Thorkil.
 
Specialisterne Foundation dikaitkan dengan Departemen Komunikasi Global Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berkomitmen untuk mempromosikan 'Panggilan Aksi' Perserikatan Bangsa-Bangsa bagi pengusaha untuk mempekerjakan penyandang autisme / neurodivergent.
 
Specialisterne Foundation bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dan menunjukkan bagaimana dimasukkannya neurodivergent dapat meningkatkan tempat kerja dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup.
 
Dengan bertindak sebagai katalis dan mendukung karyawan secara global, Specialisterne Foundation berupaya menerapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 8, target 5: "Mencapai pekerjaan penuh dan produktif serta pekerjaan yang layak untuk semua wanita dan pria, termasuk untuk kaum muda dan para penyandang cacat, dan upah yang sama untuk pekerjaan yang nilainya sama”.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif