Ilustrasi. Foto: MI/Angga Yuniar
Ilustrasi. Foto: MI/Angga Yuniar

Kemendikbud Masih Diskusikan Jumlah Dana Abadi Kebudayaan

Pendidikan kebudayaan
Media Indonesia • 20 Januari 2020 22:14
Jakarta: Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid mengatakan, pemerintah berinisiatif membentuk dana abadi kebudayaan untuk memfasilitasi permintaan masyarakat.
 
Dia menuturkan, selama ini banyak masyarakat yang memiliki inisiatif di bidang kebudayaan, namun inisiatif tersebut tidak selalu sejalan dengan model penganggaran yang ada di Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud. “Jadi kemudian dari itu dicari mekanisme sehingga usulan-usulan seperti ini bisa difasilitasi tapi, mereka juga tidak terpaku dengan program yang memang sudah dimiliki oleh Ditjen Kebudayaan,” kata Hilmar saat dihubungi Media Indonesia, Senin, 20 Januari 2020.
 
Hilmar menjelaskan, dana abadi kebudayaan merupakan dana di luar anggaran Kemendikbud. Uang ini akan dikelola dalam instrumen keuangan dan 6-8% dari hasil pengelolaan tersebut akan dikirimkan ke Kemendikbud agar dapat dimanfaatkan oleh publik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dana abadi itu tidak boleh menggunakan uang pokoknya, yang boleh digunakan itu uang hasilnya, jadi 6-8% dari berapapun yang ditanam,” terangnya.
 
Untuk mengelola 6-8% dari dana abadi kebudayaan, Ditjen Kebudayaan akan membentuk Badan Layanan Umum (BLU) pada tahun ini. Di dalam BLU ini nantinya terdapat panel ahli dan panel seleksi yang akan menentukan akan diberikan kepada siapa dan digunakan untuk apa dana tersebut.
 
Panel ahli dan panel seleksi yang bertugas terdiri dari 15-17 orang di luar lingkungan Kemendikbud. Sedangkan pihak Kemendikbud akan berperan sebagai administrator.
 
“Di sini kita tentukan (dana) dipakai buat apa panel ahli yang menentukan, siapa yang bisa dapat ada panel seleksi. Tentu (pemilihan) berdasarkan proposal yang mengacu pada peraturan. Kemudian apakah dia lolos secara teknis, apakah sesuai apa yang dia usulkan dengan programnya, ada panel seleksi dibentuk juga dari independen jadi Kemendikbud di sini hanya berperan sebagai administrator,” ungkapnya.
 
Namun saat ditanya jumlah anggaran yang akan dijadikan dana abadi kebudayaan, Hilmar mengaku belum ada keputusan akhir. Sampai saat ini pihaknya masih berdiskusi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Keuangan.
 
“Belum diputus karena belum selesai dibicarakan,” tutupnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif