Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Citra Larasati
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Citra Larasati

KIP Kuliah Butuh Anggaran Rp5,2 Triliun per Tahun

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 27 Juni 2019 21:08
Jakarta: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir berharap ada kenaikan di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 nanti. Salah satunya untuk menyukseskan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang membutuhkan anggaran setidaknya Rp5,2 triliun per tahun.
 
Tak hanya KIP Kuliah, ada beberapa program andalan Kemenristekdikti lainnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Yaitu beasiswa Bidikmisi dan dana riset untuk inovasi.
 
Menurutnya, jika dana riset turun maka akan menghambat berkembangnya inovasi baru di bidang ristek. “Saya berharap ada tambahan alokasi dana riset terkait inovasi Kemenristekdikti. Minimal sama dengan tahun 2019,” kata Nasir di Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Rektor IAIN Surakarta Dikukuhkan Sebagai Guru Besar
 
Dalam kesempatan tersebut, Komisi VII DPR RI memutuskan untuk menyepakati pagu indikatif Kemenristekdikti tahun 2020 nanti akan mengalami peningkatan atau sama dengan alokasi 2019 yaitu sebesar Rp1.053.591.910.000 (Rp1,05 triliun).
 
Hal tersebut merupakan respons dari DPR RI setelah sebelumnya Nasir menyampaikan pagu indikatif Kemenristekditki mengalami penurunan di 2020. Yaitu hanya sebesar Rp39,7 triliun.
 
Selain itu, Komisi VII DPR RI juga sepakat dengan Menristekdikti, terkait pagu indikatif yang diharapkan oleh Lembaga Pemerintah NonKementerian yang berada dalam koordinasi Kemenristekdikti RAPBN 2020. Di antaranya BAPETEN Rp178,70 miliar, BATAN Rp888,90 miliar, BIG Rp1,1 triliun, BPPT Rp2,8 triliun, LAPAN Rp792 miliar dan LIPI Rp1,6 triliun.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif