SMPN 13 Palu Sudah Mulai Kegiatan Belajar

Rekrut Sarjana Pendidikan untuk Isi Kekosongan Guru

Citra Larasati 08 Oktober 2018 15:27 WIB
Gempa Donggala
Rekrut Sarjana Pendidikan untuk Isi Kekosongan Guru
Wisudawan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Medcom.id/Citra Larasati.
Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan skenario merekrut sarjana pendidikan berstatus fresh graduate, untuk mengisi kekosongan guru pascabencana di Sulawesi Tengah.  Sejumlah guru diperkirakan menjadi korban, baik meninggal dunia maupun luka yang membuat guru tidak atau belum siap mengajar pascagempa dan tsunami.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan, hingga hari ini pihaknya belum dapat merilis data jumlah guru yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.  Pendataan belum selesai dilakukan, karena terkendala masih sulitnya akses, dan keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) sehingga menyulitkan tim untuk bergerak melakukan pendataan.


"Kendala akses dan BBM, sehinga pendataan belum bisa dilakukan menyeluruh," kata Hamid usai Konferensi Pers Gala Siswa Indonesia (GSI), di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.

Namun jika dalam pendataan nantinya diketahui terdapat korban jiwa maupun luka, yang menyebabkan guru tidak dapat mengajar, maka kekosongan tersebut harus segera diisi.  "Harus cari guru pengganti," kata Hamid.

Guru pengganti rencananya akan direkrut dari sarjana-sarjana pendidikan yang masih fresh graduate.  "Mungkin  sarjana-sarjana pendidikan yang baru lulus, salah satu prospek yang akan direkrut," terang Hamid.

Baca: KPAI Mendesak Ada Kurikulum Sekolah Darurat

Hamid menegaskan, penanganan pascabencana di Sulawesi Tengah dipastikan akan lebih kompleks dan lama dari bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).  Hingga kini, kata Hamid, sudah ada beberapa guru yang melapor siap mengajar, namun ada juga yang belum siap.

"Bahkan masih ada yang di pengungsian, atau eksodus ke luar Sulawesi Tengah," ungkapnya.

Untuk diketahui, kegiatan belajar mengajar di lokasi bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah sudah mulai berjalan.  Meski hingga hari ini baru satu sekolah yang melapor siap masuk sekolah.

"Baru SMPN 13 Palu yang lapor siap masuk sekolah, meski masih di luar ruangan, di tenda darurat," tutup Hamid.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id