Menristekdikti: Lulusan Politeknik Dibutuhkan Pasar Kerja
Ilustrasi mahasiswa Politeknik. (Foto: Antara/Moch Asim).
Jakarta: Politeknik kini menjadi primadona. Kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, lulusan politeknik saat ini sangat dibutuhkan di dunia kerja.

"Selama ini politeknik seolah seperti perguruan tinggi kelas dua. Padahal, lulusan politeknik saat ini sangat kompeten dan dibutuhkan pasar kerja," ujar Nasir dilansir Antara, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.


Menurut Nasir, kebutuhan dunia industri yang menuntut kompetensi lulusan politeknik harus disesuaikan dengan hasil pembelajaran. Maka itu, pemerintah dan politeknik bersama-sama merancang program Multi Entry Multi Outcome (MEMO) bagi mahasiswa politeknik.

"Nantinya, mahasiswa dapat memilih berbagai alternatif perkuliahan yang memungkinkan mereka untuk langsung bekerja di industri dengan tetap dapat kembali lagi ke kampus," jelasnya.

MEMO diharapkan dapat mempercepat kebutuhan industri sehingga lulusan politeknik akan selalu siap kerja, bukan siap untuk pelatihan (training).

"Tahun pertama misalnya, mahasiswa dapat sertifikat Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 3. Terus mau bekerja, kembali lagi dia (ke kampus) itu bisa melanjutkan ke tahun kedua sehingga tidak putus kuliah (drop out)," ungkap Nasir.

Terkait penilaian akreditasi, Nasir mengakui instrumen yang digunakan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) hanya berdasarkan akademik. Sayangnya, akademik politeknik hanya sekitar 30 persen sedangkan praktiknya sebanyak 70 persen.

Mengatasi persoalan tersebut, Nasir bakal berdialog dengan BAN-PT untuk mengatasi persoalan akreditasi bagi politeknik. "Jadi harus ada instrumen khusus untuk penilaian politeknik," pungkas dia.



(HUS)