Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Unhas Buka Prodi Sarjana Kebidanan dan Profesi

Pendidikan studi kesehatan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi
Antara • 22 Oktober 2020 09:48
Makassar: Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) bersama pengurus daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sulsel dan Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (Aipkind) Sulawesi Selatan dan Barat, melakukan kerja sama pembukaan program studi (Prodi) S1 Kebidanan dan Profesi. Kerja sama ditandai penandatanganan nota kesepahaman.
 
Ketua PB IBI Suriani B menuturkan kerja sama dengan FKM Unhas untuk pembukaan prodi S1 Kebidanan dan Profesi sejalan dengan kiprah, prestasi dan kemajuan yang dimiliki oleh FKM Unhas.
 
"Ada banyak kesamaan yang dimiliki antara keilmuan kebidanan dengan keilmuan kesehatan masyarakat," kata Suriani melansir Antara, Kamis, 22 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Aipkind Nurjaqin menjelaskan kerja sama ini merupakan langkah maju dalam pengembangan alumni dan pendidikan profesi. Kerja sama tersebut akan menciptakan rasa tanggungjawab bagi pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian.
 
Baca:Sepanjang Oktober 2020 Unair Kukuhkan 14 Guru Besar
 
"Dengan mengetahui dengan jelas batas hak dan kewajiban kedua belah pihak, mengadakan hubungan kelembagaan dan kekeluargaan antara kedua belah pihak, meningkatkan kualitas tenaga bidan dan pelayanan kebidanan bagi masyarakat, serta sebagai acuan penetapan dan kesepakatan lebih lanjut yang timbul kemudian dalam hal yang diperlukan," terang Nurjaqin.
 
Dekan FKM Unhas Aminuddin Syam berharap kerja sama ini dapat meningkatkan pemahaman dan tambahan ilmu untuk tenaga kesehatan untuk memberikan layanan bagi masyarakat. Tenaga kesehatan harus dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta menurunkan angka kematian ibu dan anak.
 
"Bidan harus ditempatkan di desa-desa, sama seperti halnya dengan para Sarjana Kesehatan Masyarakat. Mereka semua perlu dibekali ilmu kesehatan masyarakat yang komprehensif sehingga bidan dapat memahami apa yang merupakan kebutuhan masyarakat dalam penanganan kesehatan ibu dan anak," jelas Aminuddin.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif