Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

UNJ Genjot Publikasi Ilmiah Terindeks Scopus

Pendidikan Pendidikan Tinggi Publikasi Ilmiah UNJ
Citra Larasati • 22 Oktober 2020 19:56
Jakarta: Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menargetkan peningkatan jumlah publikasi ilmiah internasional di jurnal terindeks Scopus terus. Saat ini, jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Scopus sudah mencapai 1.500 artikel.
 
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas menuju reputasi di Asia. Saat ini sejumlah capaian ilmiah terus meningkat seperti publikasi internasional terindeks Scopus di lingkungan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan atau LPTK mencapi 1.500 artikel,” ungkap Rektor UNJ Komarudin dalam sambutannya di Media Gathering UNJ dengan Fortadik (Forum Wartawan Pendidikan), di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
UNJ mencatat, per tanggal 14 Oktober 2020 jumlah publikasi ilmiah terindeks Scopus tersebut sudah mencapai 1.500 artikel. Hal ini menempatkan UNJ pada peringkat keempat dalam klasterisasi perguruan tinggi LPTK yang dirilis Kemendikbud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun peringkat pertama ditempati Universitas Negeri Malang dengan 2.542 artikel, peringkat kedua Universitas Negeri Yogyakarta 1.902 artikel, Universitas Negeri Semarang 1.563 artikel. Saat ini sekitar 300 lebih artikel sedang diproses untuk dipublikasikan di Scopus.
 
Tidak hanya publikasi Ilmiah terindeks Scopus, UNJ juga memperoleh 1.733 Hak Kekayaan Intelektual (HKI ) dari Science andTechnology Index (SINTA) Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN). Capaian HKI dari SINTA Kemenristek BRIN ini menempatkan UNJ pada peringkat keempat nasional di bawah Universitas Indonesia (UI) yang mencapai 3.122 HKI, Universitas Brawijaya (2.612 HKI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 2.593 HKI.
 
Baca juga:Sempat Tersandung Plagiarisme, UNJ Targetkan Akreditasi Kembali Unggul
 
Begitu juga ada pemeringkatan klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 di Indonesia yang dirilis Kemendikbud, UNJ berada pada peringkat ke-20. Melesat dari tahun 2019 yang berada pada peringkat ke-59.
 
Namun begitu, Komarudin menyayangkan, sebab di tengah capaian tersebut, akreditasi institusi UNJ justru turun di 2017 dari A menjadi B. Penurunan ini karena sandungan kasus plagiarisme di 2015 yang menjadi temuan tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kemenristekdikti.
 
“Meski UNJ berhasil meraih peringkat 20 pada klasterisasi perguruan tinggi nasional tahun 2020 namun akreditasinya masih B sementara perguruan tingg lainnya berakreditasi A. Hal ini akibat 2015 terjadi kekeliruan tata kelola yang kini kami perbaiki," tegas Komarudin.
 
Sebelumnya, UNJ tengah berupaya mengembalikan akreditasi institusinya yang mengalami penurunan dari A menjadi B di 2017. Penurunan akreditasi tersebut dipicu kasus plagiarisme yang pernah terjadi di jenjang pascasarjana UNJ sebelumnya.
 
"Pernah ada masalah di Pascasarjana. Sebelumnya dapat akreditasi A, lalu di 2017 sempat ada masalah. Hasil masalah itu turun menjadi B. Sesungguhnya kapasitas kita adalah A. Tetapi karena ada masalah itu jadi B. Saya enggak tahu ini B sebagai hukuman atau apa," kata Rektor UNJ, Komarudin, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Komarudin berharap dalam waktu dekat, akreditasi UNJ kembali menjadi yang terbaik atau unggul. Sebab menurutnya, akreditasi sangat berpengaruh pada lulusan dan program pemerintah.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif