Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi
Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi

Rp595 Miliar Dialokasikan untuk Organisasi Penggerak

Pendidikan guru Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 11 Maret 2020 10:10
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menganggarkan Rp595 miliar untuk menopang program Organisasi Penggerak. Rencananya ada sekitar 300 organisasi masyarakat (ormas) di bidang pendidikan yang bakal menjadi Organisasi Penggerak.
 
"300 organisasi itu bisa yang lolos dan bisa juga yang terbiayai. Tapi ujung hasilnya tetap kita mempertimbangkan dana yang teralokasi. Untuk alokasinya kita lagi proses pengolakasian, belum fixed, angkanya sekitar Rp595 miliar," kata Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Supriano di Gedung Kemendikbud, Selasa 10 Maret 2020.
 
Supriano menambahkan, program ini diproyeksikan untuk mempercepat kemajuan pendidikan. Terutama di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di daerah 3T, daerah sulit geografis, dan juga hitung-hitungannya. Minimal di tahun yang pertama dalam program rintisan ini kalau bisa 100 kabupaten bisa disentuh," lanjut dia.
 
Baca juga:Proposal yang Peduli Kualitas Guru Layak Diprioritaskan
 
Organisasi Penggerak nantinya bakal dipisah dalam tiga kategori. Di antaranya kategori Gajah, Macan dan Kijang.
 
Penentuan kategori, dinilai dari proposal yang diajukan oleh relawan maupun organisasi. Dia menjelaskan yang bisa masuk pada kategori Gajah, ialah ormas atau relawan yang telah memiliki bukti empiris terhadap hasil belajar siswa hingga meningkatkan pengetahuan guru.
 
Nantinya kategori Gajah bakal menyasar lebih dari 100 sekolah dalam waktu dua tahun, dengan dukungan dana dari Kemendikbud maksimal Rp20 miliar per tahun.
 
Baca juga:Organisasi Penggerak dan MGMP Diminta Berkolaborasi
 
Sementara kategori Macan, ialah ormas atau relawan yang telah memiliki bukti empiris dampak program yang meningkatkan motivasi mengajar guru. Nantinya kategori Macan bakal menyasar 20 hingga 100 sekolah dalam waktu dua tahun, dengan dukungan dana dari Kemendikbud maksimal Rp5 miliar per tahun.
 
Untuk kategori terendah, Kijang merupakan ormas atau relawan yang cukup memiliki pengalaman merancang dan memiliki kemampuan implementasi program dengan baik. Nantinya kategori Kijang bakal menyasar lebih dari lima hingga 20 sekolah dalam waktu dua tahun, dengan dukungan dana dari Kemendikbud maksimal Rp1 miliar per tahun.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif