Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pengurusan Paspor Penerima Beasiswa tetap Dilayani Selama Pandemi

Pendidikan beasiswa Pendidikan Tinggi
Antara • 27 April 2020 20:57
Jakarta: Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan tetap melayani permohonan pengurusan paspor di tengah pandemi covid-19. Terutama layanan paspor bagi penerima beasiswa dan pekerja kontrak yang bekerja di luar negeri.
 
"Saya kira ini menyangkut hajat hidup seseorang, saya kira untuk yang seperti itu, kami bisa fasilitasi," kata Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Cucu Koswala dalam diskusi yang digelar secara daring di Jakarta, Senin, 27 April 2020
 
Sebelumnya, sejak 24 Maret 2020 Ditjen Imigrasi memberlakukan pembatasan pelayanan paspor sebagai langkah pencegahan penyebaran covid-19. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor IMI-GR.01.01-2114 Tahun 2020 tentang Pembatasan Layanan Keimigrasian dalam Rangka Mencegah Penyebaran covid-19 di lingkungan Imigrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kantor Imigrasi hanya melayani pengurusan paspor dengan prioritas kebutuhan yang mendesak, seperti orang sakit yang tidak bisa ditunda penanganannya atas rujukan dokter dan orang dengan kepentingan yang tidak dapat ditunda.
 
Cucu menjelaskan, bahwa penerima beasiswa ke luar negeri dapat digolongkan sebagai orang dengan kepentingan yang tidak dapat ditunda. Hal ini karena berkaitan dengan masa depan pendidikan seseorang.
 
"Karena ini menyangkut masa depan seseorang dan kalau tidak diambil beasiswanya nanti akan berpengaruh pada masa depannya, saya kira ini bisa diberikan dispensasi untuk dilakukan pemberian paspornya," ujar Cucu.
 
Baca juga:UB Buka Program 'Fast Track', S1-S2 Maksimal 10 Semester
 
Namun, agar permohonan paspor dapat disetujui, penerima beasiswa tersebut harus terlebih dahulu melampirkan bukti pendukung dari perguruan tinggi di luar negeri yang menyatakan bahwa yang bersangkutan telah menerima beasiswa.
 
"Jadi, nanti bisa dibuktikan dengan persyaratan tambahan itu," kata Cucu.
 
Hal yang sama juga berlaku terhadap para pekerja kontrak yang akan bekerja di luar negeri. Cucu mengatakan, bahwa mereka termasuk kategori orang dengan kepentingan yang tidak dapat ditunda.
 
"Untuk kontrak-kontrak seperti itu, kami bisa fasilitasi karena kalau diputus kontrak dia bisa diputus dan sumber penghasilan nanti akan hilang," ucap Cucu.
 
Cucu mengatakan, pelayanan pengurusan paspor bagi pekerja kontrak yang bekerja di luar negeri tersebut bertujuan agar mereka tidak kehilangan pekerjaan. "Barangkali nanti mekanismenya setelah dia mendapatkan paspor, bisa diatur oleh yang bersangkutan apakah kontrak itu dilakukan secara online atau bagaimana dengan menunjukkan paspornya yang telah diganti atau diperpanjang," kata Cucu.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif