Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Senior Bentak-bentak Junior Saat Ospek Sudah Enggak Zaman

Pendidikan Pendidikan Tinggi Penerimaan Mahasiswa Baru
Ilham Pratama Putra • 16 September 2020 19:31
Jakarta: Pengamat pendidikan, Andreas Tambah menyatakan jika aksi mahasiswa senior membentak mahasiswa baru sudah tidak relevan saat ini. Andreas menyebut aksi bentak-bentak minim manfaat.
 
"Bentak-bentak untuk hal yang tidak prinsipil itu tidak bermanfaat untuk saat ini dan ke depan. Kalau hal itu tidak prinsipil untuk apa dilakukan dan diterapkan," ujar Andreas kepada Medcom.id, Rabu, 16 September 2020.
 
Menurut andreas, ospek atau masa pengenalan kegiatan kemahasiswaan dan kampus dapat diubah dengan gaya yang lebih mengedukasi. Mahasiswa baru lebih baik diarahkan untuk setia kepada kampus, memelihara kampus hingga menjaga kampus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Membuat kampus terlihat baik kondisinya, dan bisa menjadi bermanfaat untuk masyarakat. Karena itulah peran mahasiswa," tambah dia.
 
Untuk itu, Andreas juga tidak ingin kegiatan ospek dihilangkan. Namun, kegiatan itu mesti diubah materi dan sistemnya.
 
Baca juga:Trending Twitter, Senior Bentak Mahasiswa Baru Unesa di Ospek Online
 
Selain itu, pihak sivitas akademika juga diminta untuk memberikan pengarahan kepada mahasiswa senior jika menggelar ospek. Agar metode yang diberikan sesuai koridor pengenalan kampus dalam artian sebenarnya.
 
"Jadi organisasi itu tidak lepas dari dosennya kok. Intinya bisa diarahkan untuk dirubah ke hal-hal yang positif, kalau memang diajarkan dan diarahkan ke hal yang positif ya bisa juga kok. Toh mahasiswa senior lebih pinter dan lebih paham kepada pengarahan adik kelasnya," tegas Andreas.
 
Teranyar, aksi bentak-bentak mahasiswa baru kembali viral di dunia maya. Hal ini terjadi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
 
Baca juga:Rektor Respons Ospek Online Unesa yang Trending di Twitter
 
Unesa menyesalkan ramainya peristiwa di dalam video Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Unesa tahun 2020 yang trending di Twitter sejak kemarin. Dalam video ospek online itu, tampak mahasiswa senior tengah membentak-bentak para mahasiswa baru.
 
Rektor Unesa, Nurhasan menyebut ada kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB pada salah satu fakultas di kampusnya. Pihaknya bakal melakukan pembimbingan kepada mahasiswa senior yang menjadi panitia ospek daring tersebut.
 
"Saat ini kami bersama pimpinan kemahasiswaan dari fakultas terkait telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan," kata Nurhasan dalam pernyataan resmi Unesa yang diterima Medcom.id, Selasa, 15 September 2020.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif