Wacana Penerapan Online Finger Print

Prioritaskan Optimalisasi Peran Pengawas dan Kepsek

Muhammad Al Hasan 26 November 2018 09:00 WIB
Kinerja Guru
Prioritaskan Optimalisasi Peran Pengawas dan Kepsek
Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Medcom.id/Muhammad Al Hasan.
Jakarta:  Wacana untuk memantau kehadiran guru di sekolah dengan online finger printmemungkinkan untuk diterapkan secara bertahap.  Namun sembari menunggu sistem dan infrastruktur sempurna, pemerintah didorong mengoptimalkan peran pengawas dan kepala sekolah dalam memantau kinerja guru.

"Mungkin saja (pamantauan kehadiran secara terpusat), tapi bertahap lah," kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti kepada Medcom.iddi Jakarta, Minggu, 25 November 2018.

Lebih jauh, Retno menyarankan, agar pemerintah mengoptimalkan tenaga organik yang sudah ada, seperti pengawas dan kepala sekolah untuk memantau kinerja guru.  Sembari menunggu sistem dan infrastruktur online finger printtersebut sempurna.

Sebab menurut mantan Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta ini, fungsi kedua jabatan itu harusnya bisa optimal untuk hal-hal seperti itu.  "Kalau enggak, gunakan saja pengawas sekolah dan kepala sekolah.  Jadi yang penting pengawas dan kepala sekolah betul-betul dijadikan mata bagi seluruh pihak. Karena dia fungsinya kan memang supervisi atau pengawasan," ujar Ketua Dewan Pengawas Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini.

Jika alternatif tersebut sulit dijalankan, maka disarankan agar pemerintah menyiapkan dulu kualitas kepala sekolah dan pengawas.  "Kalau sudah berkualitas akan dengan mudah mengawasi yang di bawah," kata Retno.

Baca: Absensi Guru se-Indonesia akan Dipantau Pusat

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewacanakan pemerintah pusat untuk memantau tingkat kehadiran guru di sekolah secara online.  Kehadiran guru ini menjadi salah satu indikator untuk mengukur kinerja guru.  Sekaligus sebagai dasar bagi pemerintah pusat untuk membayarkan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Wacana tersebut mengacu kepada Undang-undang Aparatur Sipil Negara ( ASN), serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017, tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

"Sedang kita usahakan pakai online finger print, yang nanti akan langsung dicek pemerintah pusat. Kita usahakan sudah bisa diterapkan di tahun ajaran baru 2019/2020," ujar Mendikbud, Muhadjir Effendy. 

Menurutnya, pemantauan kehadiran guru di sekolah oleh pusat tersebut akan berimplikasi terhadap penghitungan Tunjangan Profesi Guru (TPG).  Sebaliknya, jika guru diketahui absen di sekolah, maka dapat menjadi dasar untuk pemberian  sanksi.

(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id