Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Tuntutan Sutradara Film 'Sejauh Kumelangkah' ke Kemendikbud Berlanjut

Pendidikan film indonesia
Ilham Pratama Putra • 07 Oktober 2020 09:59
Jakarta: Sutradara film 'Sejauh Kumelangkah', Ucu Agustin menganggap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), TVRI, dan PT Telkom belum menunjukkan itikad baik atas pelanggaran hak cipta filmnya. Ucu menyayangkan filmnya telah ditayangkan, dimutilasi dan di modifikasi tanpa izin.
 
Berdasarkan hal tersebut, Ucu Agustin bersama tim Kuasa Hukum tetap pada tuntutannya dan memberikan waktu tujuh hari kepada Kemendikbud, TVRI, dan Telkom untuk menjawab somasi yang dilayangkan pada 2 Oktober 2020. Menurut Ucu ketiga pihak tersebut harus menunjukkan tanggung jawab
 
"Kami melihat bahwa sampai saat ini tidak ada iktikad baik dari ketiga instansi untuk memenuhi tuntutan sebagaimana disampaikan dalam somasi dan terkesan saling melempar tanggungjawab. Bahkan berusaha mengaburkan pokok permasalahan sehingga seolah-olah tidak terjadi pelanggaran hak cipta atas penayangan film 'Sejauh Kumelangkah' dalam program BDR (Belajar dari Rumah) di TVRI dan UseeTV," kata Ucu dalam keterangannya, Rabu, 7 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atas kejadian tersebut, dia juga membantah jika pihak Kemendikbud telah meminta maaf. Klaim permintaan maaf, kata Ucu, pun tidak pernah disampaikan.
 
Baca juga:Masalah Film Sejauh Kumelangkah, Kemendikbud: Kesalahan Administrasi
 
"Sampai saat ini permohonan maaf secara publik tidak pernah dilakukan oleh Kemendikbud. Permohonan maaf tanggal 6 Juli 2020 tersebut merupakan permohonan maaf secara pribadi dan tertutup yang disampaikan oleh Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru melalui email kepada In-Docs. Sama sekali tidak ditujukan kepada Saya," jelasnya.
 
Anehnya, kata Ucu, Kemendikbud malah pura-pura tidak tahu ada keberatan atas penayangan film pada 25 Juni 2020 itu. Padahal sebelumnya Kemendikbud, pada 4 Juni 2020 telah meminta salinan film.
 
"Saat Kemendikbud meminta copy film resolusi tinggi untuk dimasukkan ke Lembaga Sensor Film, pihak In-Doccs sudah menyampaikan dengan jelas bahwa film 'Sejauh Kumelangkah' sedang terikat kontrak dengan pihak ketiga. Jadi klaim Kemendikbud sangat keliru," terang Ucu.
 
Kemudian, Kemendikbud dan UseeTV (PT Telkom) mengaku sudah menurunkan tayangan film pada tanggal 30 Juni 2020. Faktanya pada tanggal 3 Juli 2020 pukul 09.44 WIB pihaknya masih bisa mengakses tayangan film di streaming TV on demand UseeTV.
 
Dengan begitu, Kemendikbud terbukti belum mencabut film sepenuhnya dalam waktu 1x24 jam sebagaimana yang dituntut dalam surat keberatan yang telah dilayangkan.
 
Begitu pula saat mediasi, Kemendikbud sempat tidak hadir. Akhirnya mediasi dinyatakan tidak berhasil karena para pihak tidak bersedia untuk meminta maaf secara publik, serta tidak mau transparan, dan membuka bentuk kerja sama satu sama lain.
 
Sebelumnya,Kemendikbud mengakui terjadi kesalahan administrasi dalam penayangan film Sejauh Kumelangkah di Program Belajar dari Rumah (BDR) oleh TVRI. Utamanya, terkait pemutaran film tersebut di layanan UseeTV.
 
"Kami tidak membantah bahwa ada kendala administrasi penayangan film tersebut. Namun kami beritikad baik dengan mengajukan permohonan maaf secara resmi dan mencoba mengklarifikasi permasalahan ini supaya lebih jelas," ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid dalam keterangannya, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Hilmar juga menekankan penayangan program BDR di TVRI bersifat nonkomersial sehingga Kemendikbud tidak mendapatkan keuntungan secara ekonomi dalam bentuk apa pun dari tayangan tersebut. Pihaknya hanya bertujuan untuk memberi alterntif pembelajaran melalui film.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif