Dirjen Paud Dikdasmen Kemendikbud Jumeri. Tangkapan layar Youtube.
Dirjen Paud Dikdasmen Kemendikbud Jumeri. Tangkapan layar Youtube.

SKB 4 Menteri Tentang PTM Tak Bakal Dicabut

Pendidikan Kebijakan pendidikan Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka
Ilham Pratama Putra • 06 Januari 2021 10:07
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan jika Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tidak dicabut. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri mengatakan kebijakan SKB itu sudah tepat.
 
Menurut Jumeri, lewat kebijakan itu, kepala daerah memiliki wewenang dalam izin pembukaan sekolah di wilayahnya. Meskipun, saat ini masih banyak provinsi yang menunda pembukaan sekolah.
 
"Saya sering mendapatkan pertanyaan- tentang apakah SKB 4 menteri akan dicabut. SKB ini tidak akan dicabut, karena SKB ini sudah tepat," kata Jumeri dalam Taklimat Media Awal Tahun, Selasa, 5 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Jumeri, kebijakan ini tepat karena kepala daerah yang paling tahu kondisi penyebaran covid-19 di wilayahnya. Sehingga, pemerintah daerah bisa menetapkan pembukaan sekolah sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
 
Baca: Kemendikbud: 14 Provinsi Siap Jalankan Pembelajaran Tatap Muka
 
Jumeri mengatakan pembukaan sekolah bisa dilakukan secara serentak di satu provinsi. Sekolah bisa dibuka secara bertahap atau tidak sama sekali, sesuai pertimbangan pemerintah daerah.
 
"Mungkin ada daerah yang aman, itu dipersilakan kepada pimpinan daerah untuk mengambil keputusan mengizinkan pembukaan satuan pendidikan untuk melayani pembelajaran tatap muka," terangnya.
 
SKB ini, menurut Jumeri, sifatnya memperbolehkan dan tidak mewajibkan. Dengan begitu, pemerintah daerah bebas untuk mengambil keputusan.
 
Sekolah juga wajib memberikan pelayanan kepada siswa yang orang tuanya tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Siswa yang ingin belajar dari rumah harus tetap bisa terlayani.
 
"Kepada satuan pendidikan yang masih mengalami perbedaan pendapat. Misalnya ada orang tua yang belum rela atau belum mantap melepas anaknya untuk PTM, kepada anak tersebut dipersilakan untuk belajar dari rumah dan sekolah punya kewajiban untuk tetap melayani belajar dari rumah," ungkap Jumeri.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif