Ilustrasi. Foto: ANT/Rahmad
Ilustrasi. Foto: ANT/Rahmad

NU Menilai Permintaan Maaf Nadiem Salah Sasaran

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Muhammad Syahrul Ramadhan • 30 Juli 2020 18:09
Jakarta: Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’rif Nahdlatul Ulama (NU), Arifin Junaidi menyebut permintaan maaf yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim salah sasaran. Karena menurutnya Nadiem tidak punya kesalahan ke LP Ma'arif.
 
Tapi menurutnya, kesalahan justru ke Bangsa dan dunia pendidikan. “Jadi permintaan maaf ini menurut kami salah sasaran. Harusnya permintaan maaf kepada bangsa, negara, dan dunia pendidikan,” tegas Arifin dalam webinar 'Mau Dibawa Kemana Pendidikan Indonesia', Kamis, 30 Juli 2020.
 
Arifin menambahkan, permintaan maaf Nadiem selain salah sasaran tapi juga akan menjadi percuma jika tidak dibarengi dengan perbaikan kesalahannya. “Tidak ada gunanya minta maaf kalau tidak diikuti tindakan nyata untuk memperbaiki kesalahan,” tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia pun menyampaikan, ajaran pesantren ketika ada orang bertobat itu ada empat langkah. Pertama mengkui secara spesifik kesalahannya, kedua minta maaf untuk kesalahannya, ketiga itu berjanji untuk tidak mengulangi, dan keempat memperbaiki diri.
 
“Empat langkah ini setidaknya mesti dilakukan. Mas Nadiem mengakui kesalahannya, tapi tidak secara spesifik, misalnya sampai sekarang tidak merasa bersalah menempatkan dua yayasan dalam program itu karena menggunakan dana sendiri,” bebernya.
 
Baca juga:Akhirnya, Nadiem Minta Maaf Kepada NU, Muhammadiyah dan PGRI
 
Arjun pun heran ketika Nadiem menjelaskan tentang dua yayasan yang sepakat menggunakan dana mandiri. Menurutnya Nadiem seperti jubir kedua yayasan tersebut.
 
Sebelumnya, Nadiem meminta maaf kepada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan PGRI terkait Program Organisasi Penggerak (POP). Nadiem juga meminta bimbingan dari ketiga organisasi tersebut.
 
Teranyar, Nadiem juga menyambangi Kantor Pusat Muhammadiyah untuk meminta maaf. Kedatangan tersebut ungkap Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Nadiem datang untuk meminta maaf dan berjanji akan mengevaluasi POP.
 
"Menteri mengatakan akan mengevaluasi program POP. Saya tidak tahu (bentuk evaluasinya), soal bagaimana evaluasi kewenangan Mendikbud. Jadi tadi hanya menegaskan apa yang sudah disampaikan dia di media kemarin itu, tidak ada yang baru," ungkapnya.
 

(CEU)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif