Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi
Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi

Pembukaan Sekolah di Zona Kuning untuk Menjawab Keluhan Orang Tua

Pendidikan Virus Korona sekolah Kenormalan Baru
Ilham Pratama Putra • 08 Agustus 2020 14:55
Jakarta: Ketua Satuan Tugas Penanganan covid-19, Doni Monardo menyebut, pembukaan sekolah di daerah zona hijau dan kuning diambil untuk menjawab apa yang dikeluhan orang tua selama ini. Sebab, banyak dari orang tua mengeluhkan tidak optimalnya sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi covid-19.
 
"Sejumlah orang tua yang menyampaikan kepada kami bagaimana sulitnya mengurus anak yang mereka juga bekerja sehari-hari dan juga kebetulan mungkin putra-putrinya lebih dari 1-2 orang, sehingga mengalami persoalan yang juga tidak mudah," kata Doni dalam Webinar Penyampaian Penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri dan Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus, Jumat 7 Agustus 2020.
 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini mengatakan, latar belakang itu pula yang membuat pemerintah melakukan revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri. Keempat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri akhirnya memperbolehkan sekolah-sekolah di zona kuning untuk membuka sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Doni sendiri menegaskan, kebijakan ini bersifat tidak wajib. Pihaknya hanya memberikan izin, sehingga perlu adanya koordinasi antara pemerintah daerah, satgas covid-19 setempat dan orang tua murid sebelum membuka sekolah di masa pandemi.
 
"Bapak ibu sekalian, dalam kondisi seperti sekarang ini kita tidak perlu saling menyalahkan apa pun kebijakan yang kita lakukan pasti akan ada risikonya," jelasnya.
 
Baca juga:SKB Empat Menteri Direvisi, PAUD Tetap Belajar dari Rumah
 
Saat ini terdapat 276 kabupaten/kota atau 43 persen peserta didik yang berada di zona hijau dan kuning di seluruh Indonesia. Sedangkan, yang berada di zona merah dan oranye sebanyak 57 persen dari peserta didik atau 238 kabupaten/kota.
 
Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenjang satuan pendidikan. Terkecuali pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
 
Kemudian untuk pembukaan sekolah madrasah berasrama di zona hijau dan zona kuning akan dilakukan secara bertahap. Dengan asumsi pada bulan pertama hanya memasukkan sebagian siswa, sisanya pada bulan selanjutnya.
 
Khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi yang berada di zona oranye dan merah, Kemendikbud memberikan pengecualian. SMK dan perguruan tinggi pada zona tersebut boleh melakukan tatap muka hanya untuk kegiatan praktikum atau nonteori.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif