Ilustrasi. Pertunjukan Sinopsis TIM 2019+ yang dipentaskan Lab Teater Ciputat. Foto-foto: Medcom.id/Wandi Yusuf
Ilustrasi. Pertunjukan Sinopsis TIM 2019+ yang dipentaskan Lab Teater Ciputat. Foto-foto: Medcom.id/Wandi Yusuf

Seni Teater Sulit Dihidupkan di Tengah Pandemi

Pendidikan kebudayaan Virus Korona
Ilham Pratama Putra • 12 Mei 2020 14:49
Jakarta: Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid menyebut teater merupakan pertunjukkan seni teater paling sulit dihidupkan di tengah pandemi virus korona (covid-19). Berbagai upaya harus dilakukan agar para seniman teater bisa beradaptasi dengan keadaan.
 
"Teater ini enggak pernah gampang. Selalu sulit, apalagi kondisi seperti ini. Dia tidak juga pernah bergantung pada internet. Jadi kita harus terus berinovasi mencari jalan keluarnya," kata Hilmar dalam konferensi video, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Kemendikbud mengaku terus berusaha mencari organisasi yang mampu memanfaatkan teater untuk berkolaborasi. Hal ini agar investasi pada seni teater terus berjalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terpisah, Staf Khusus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Ricky Joseph Pesik mengamini kesulitan yang dihadapi industri teater. Faktor utamanya ialah adaptasi kegiatan teater ke internet tak semudah pemusik yang bisa konser daring.
 
"Kita tidak punya alat untuk new normal, seandainya itu mereka latihan digital," kata Ricky.
 
Baca:Pelonggaran PSBB, Aturan Baru Nonton di Bioskop Disiapkan
 
Ricky menyebut hampir semua kegiatan seni di Indonesia belum efektif pada masa sulit ini. Satu-satunya kemampuan digital yang paling bisa dimaksimalkan baru sistem belanja daring (e-commerce).
 
Praktisi teater, Elyandra Widharta, meminta pemerintah membuat satu platform yang bisa membantu seniman teater untuk berlatih dan tampil. Para seniman teater tetap ingin tampil dan berkarya di masa sulit ini.
 
"Saya sepakat ada platform yang bimbing teman-teman terutama di daerah. Kita ingin belajar digital bagaimana bisa menghasilkan dari sana, monotise, hak cipta dan publikasi kita ingin belajar dan pemerintah bisa membantu," ujar Elyandra.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif