Ilustrasi/Shutterstock
Ilustrasi/Shutterstock

Pakar UGM: Bijak Konsumsi Suplemen Saat Pandemi

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 12 Mei 2020 08:08
Jakarta: Sejak merebaknya pandemi covid-19 banyak anjuran untuk mengonsumi suplemen atau vitamin untuk penambah daya tahan tubuh. Meski tidak sepenuhnya benar, vitamin-vitamin seperti vitamin C dan multivitamin yang mengandung zat besi diyakini bisa mencegah penularan virus korona.
 
Namun masyarakat diminta untuk bijak dalam memilih dan mengonsumsinya, dengan mengetahui perbedaan vitamin dan suplemen. Sebab dalam kajian Dra. apt. Tri Murti Andayani, Sp.FRS, PhD dan drh dan Retno Murwanti,MP, PhD, dosen Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM, menyatakan vitamin berbeda dengan suplemen.
 
Vitamin adalah zat atau senyawa organik kompleks yang berfungsi mengatur proses metabolisme tertentu dalam tubuh. Sedangkan suplemen adalah nutrisi yang digunakan untuk melengkapi makanan, terdiri dari satu atau lebih bahan yang dapat berupa vitamin, mineral, herbal atau tumbuhan, dan asam amino.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Vitamin berasal dari makanan dan buah-buahan yang bersifat organik dan suplemen umumnya diproduksi secara mekanik, mengandung beberapa macam vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh," ujar Tri dalam dikutip dari laman UGM, Senin, 11 Mei 2020.
 
Secara umum, kata Tri, vitamin dibagi menjadi dua tipe, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C tidak dapat disimpan dalam jumlah banyak dalam tubuh dan akan dibuang melalui urine.
 
Sedangkan vitamin yang larut dalam lemak di antaranya adalah vitamin A, D, E dan K, dan mengonsumsi vitamin ini harus berhati-hati, karena jika dosisnya terlalu tinggi akan terakumulasi dalam tubuh.
 
Tri Murti menegaskan, pada dasarnya sistem imun dapat ditingkatkan oleh nutrisi yang mendukung dari aneka makanan, sayur atau buah-buahan. Sumber dari vitamin B terdapat di beberapa makanan, buah-buahan maupun sayuran seperti ragi, beras, pisang, alpukat, telur, keju, ikan, daging sapi, sayuran, dan kacang.
 
Vitamin B ini sangat diperlukan oleh tubuh dan jika kekurangan dapat menyebabkan gangguan, seperti misalnya kekurangan vitamin B6 dan B12 dapat menyebabkan anemia. Vitamin C diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan tidak dapat diproduksi oleh tubuh.
 
Sementara itu, sumber vitamin C alami dapat diperoleh dari buah-buahan yang kaya vitamin C seperti strawberi, kiwi dan buah-buahan sitrus. Sumber dari vitamin A dapat diperoleh antara lain dari minyak ikan, wortel, brokoli, telur, dan susu.
 
Vitamin D penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang dengan membantu absorbsi kalsium di usus. Vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari, dapat juga diperoleh dari makanan seperti ikan salmon, telur, keju dan produk susu olahan.
 
"Sumber vitamin E di antaranya dari buah kiwi, kacang almond, alpukat, telur, susu, dan kacang Kemudian sumber dari vitamin K umumnya berasal dari sayuran hijau seperti seledri, alpukat dan buah kiwi," terangnya.
 
Lebih lanjut Tri Murti menjelaskan, suplemen merupakan produk yang mengandung satu atau lebih vitamin, mineral, asam amino, asam lemak dan serat. Selain itu, suplemen dapat berupa produk alami berupa herbal atau bahan alami nontumbuhan, yang dikemas dalam bentuk tablet, pil, kapsul, kapsul lunak atau cairan.
 
Saat ini, banyak sekali jenis suplemen yang beredar di pasaran, seperti multivitamin yang mengandung tiga atau lebih vitamin dan mineral, seperti vitamin C, B, A, D3, E, K, tembaga, seng besi, kalsium, magnesium, dan lain-lain. Ada juga suplemen nonvitamin nonmineral, seperti minyak ikan, probiotik, echinacea, suplemen bawang putih, dan lain-lain.
 
"Suplemen bukan pengganti makanan sepenuhnya tetapi kita tetap perlu mengonsumsi berbagai macam makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," terangnya.
 
Menurut Tri, suplemen tidak seperti obat. Suplemen tidak ditujukan untuk mengatasi, mendiagnosis, mencegah atau menyembuhkan penyakit.
 
Bahkan, beberapa suplemen mengandung bahan aktif yang memiliki efek biologik dalam tubuh, sehingga dapat membahayakan jika tidak digunakan secara tepat. Kombinasi suplemen, memberikan suplemen bersama obat, mengganti obat dengan suplemen atau menggunakan suplemen secara berlebihan adalah tindakan yang tidak tepat.
 
Cara memilih
 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan suplemen atau vitamin pertama adalah memastikan apakah memang benar-benar perlu mengonsumsi atau membutuhkan suplemen. Hindari mengonsumsi suplemen untuk tujuan pengobatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan suplemen.
 
Tujuannya untuk memastikan kandungan suplemen sesuai yang diperlukan karena setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. “Jika memang diperlukan, baca label kemasan terlebih dahulu untuk mengetahui bahan yang terkandung, jumlah kandungan, dan bahan tambahan lainnya," jelasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif