Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda Amarulla Octavian (kiri). Foto: Seskoal
Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda Amarulla Octavian (kiri). Foto: Seskoal

Komandan Seskoal Luncurkan Buku Komprehensif Maritim

Pendidikan poros maritim dunia maritim dan kelautan
Medcom • 21 November 2019 13:10
Jakarta: Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda Amarulla Octavian meluncurkan buku soal kemaritiman. Buku berjudul Indonesian Navy, Global Maritime Fulcrum and ASEAN ini membahas secara komprehensif persoalan kemaritiman di Indonesia dan Asia Tenggara.
 
"Buku ini merupakan kumpulan makalah ilmiah yang telah disampaikan di berbagai forum internasional tentang berbagai aspek ke-Angkatan Laut-an dan kemaritiman," kata Octavian, dalam kata pengantar bukunya, seperti dikutip Medcom.id, Kamis, 21 November 2019.
 
Ia berharap buku ini bisa menjadi acuan untuk para perwira mahasiswa Seskoal, para dosen perguruan tinggi, dan masyarakat umum, untuk membahas lebih dalam dunia kontemporer maritim. Buku ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas TNI Angkatan Laut serta mengoptimalkan kebijakan Poros Maritim Dunia dan kontribusinya bagi kawasan Asia Tenggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagian pertama buku ini membahas peran dan fungsi TNI Angkatan Laut dalam mengemban amanat menjaga kedaulatan laut yurisdiksi nasional. "Stabilitas keamanan maritim menjadi konsentrasi utama dalam bentuk berbagai operasi militer baik secara unilateral maupun bilateral dan/atau multilateral," kata mantan Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan itu.
 
Menurutnya, kerja sama internasional merupakan elemen penting yang harus dikembangkan dalam menangani berbagai bentuk ancaman dari kerawanan bencana alam dan dari tindak pidana di laut. Kualitas operasi militer harus lebih efektif sekaligus kuantitas operasi militer harus lebih efisien menjadi bagian dari kajian dan tesis para perwira mahasiswa Seskoal.

Berbenah

TNI Angkatan Laut dituntut berbenah diri mengantisipasi dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi yang sangat memengaruhi pola dan macam operasi militer yang digelar. "Hal itu bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia TNI Angkatan Laut yang profesional dan berkarakter Pancasila bebas dari radikalisme," katanya.
 
Bagian kedua buku ini membahas peran serta TNI Angkatan Laut menyukseskan berbagai program pemerintah sesuai dengan visi Poros Maritim Dunia. Selama ribuan tahun Indonesia dikenal sebagai bangsa bahari, yakni bangsa yang memiliki budaya maritim.
 
Bahkan Hukum Laut Internasional 1982 menyatakan Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga sejatinya Bangsa Indonesia tidak saja sebagai bangsa bahari, melainkan sebagai bangsa maritim. "Bangsa yang mampu mengoptimalkan sumber daya lautnya demi kesejahteraan nasional."
 
Octavian menjelaskan lima tahun terakhir TNI Angkatan Laut dipandang sebagai salah satu agent of change dalam transformasi Bangsa Indonesia menjadi bangsa maritim. Sosialisasi dan implementasi pembangunan nasional berdasarkan visi Poros Maritim Dunia kepada masyarakat baik di dalam negeri maupun luar negeri menjadi tugas TNI Angkatan Laut.
 
"Berbagai tantangan harus dihadapi dengan strategi yang tepat sesuai indikator “ends” yang terukur jelas, “process” yang transparan dan akuntabel, serta “means” yang terstruktur secara sistematis," jelasnya.

Geopolitik maritim

Bagian ketiga buku ini membahas peran penting TNI Angkatan Laut dan geopolitik maritim Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Berbagai inisiatif untuk mempertahankan stabilitas keamanan maritim merupakan agenda eksternal yang membutuhkan kemahiran diplomasi Angkatan Laut.
 
"Kerja sama dengan Angkatan Laut ASEAN semakin lebih mengemuka tatkala pada 2015 telah dicanangkan ASEAN Community," katanya.
 
Beberapa program aksi di bawah kerangka ASEAN Political-Security Community, menurutnya, merupakan inovasi TNI Angkatan Laut untuk memperkokoh kesatuan dan soliditas ASEAN menuju Ketahanan Regional di kawasan Asia Tenggara.
 
"Sangat disadari bahwa berbagai inisiatif tersebut tidaklah mudah diterima, namun TNI Angkatan Laut berusaha konsisten dalam komitmen menjaga kepentingan nasional Indonesia tetap harmonis dengan kepentingan ASEAN Community dan kepentingan masyarakat internasional."
 
Ia berharap pembahasan menyeluruh ketiga bagian buku itu mampu memberikan pemahaman yang holistik dan komprehensif tentang kolaborasi ketiga entitas, yakni TNI Angkatan Laut, Poros Maritim Dunia, dan ASEAN. Pemahaman yang proporsional dapat menjadi perspektif sekaligus paradigma dalam mengembangkan wacana, gagasan, dan prakarsa baru untuk meletakkan tatanan dunia terkini menuju ke arah yang lebih baik.
 
Menurutnya, pemahaman yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan metodologi baru dalam hubungan internasional antar-Angkatan Laut. Tak terkecuali antarnegara pada skala yang lebih kompleks. "Maritim adalah masa depan Bangsa Indonesia dan seluruh bangsa lain di planet bumi ini."
Komandan Seskoal Luncurkan Buku Komprehensif Maritim
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif