Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir saat berpidato pada Milad ke-107. Medcom.id/Ahmad Mustaqim.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir saat berpidato pada Milad ke-107. Medcom.id/Ahmad Mustaqim.

Milad ke-107, Muhammadiyah Fokus ke Pendidikan

Pendidikan muhammadiyah
Ahmad Mustaqim • 18 November 2019 23:33
Bantul: Sektor pendidikan menjadi tantangan Muhammadiyah pada masa saat ini. Salah satu organisasi terbesar di Indonesia ini mengangkat tema 'Mencerdaskan Kehidupan Bangsa' pada Milad ke 107 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin malam, 18 November 2019.
 
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan tema 'Mencerdaskan Kehidupan Bangsa' bermakna mencerdaskan peserta didik dari segala aspek. Baik itu cerdas akal, pikiran, dan budi atau perbuatan.
 
"Bukan hanya mempertajam akal, pikiran dan budi, tapi juga kebudayaan dan sistem di mana manusia itu ada sehingga semua berkecerdasan," kata Haedar saat memberi sambutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haedar menerangkan, Muhammadiyah memiliki catatan sejarah keunggulan dalam memberikan pendidikan pada generasi bangsa. Kelebihan itu yakni pendidikan dengan pondasi pada nilai-nilai Islam. Ia mengatakan, membaca yang menjadi salah satu bagian dalam pendidikan, akan menjadi dasar membangun akal dan budi yang mulia.
 
"Muhammadiyah ingin menciptakan umat terbaik. Umat moderat yang menjadi saksi bagi sejarah dan kehidupannya," ucapnya.
 
Ia menyitir pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Haedar menilai Dahlan menjadi sosok pembaharu lewat salah satu perannya dalam menafsirkan hadist dan mengaplikasikannya menjadi pendidikan hingga pelayanan sosial kemasyarakatan.
 
Dalam perkembangan, Muhammadiyah lantas memiliki ribuan sekolah, dari TK hingga SMA bahkan perguruan tinggi. "Muhammadiyah akan menyinari kehidupan bangsa," kata dia.
 
Ia menambahkan, Milad tahun ini menjadi terakhir sebelum acara Muktamar ke 48 Muhammadiyah akan dilakukan Solo, Jawa Tengah pada 2020. Ia menegaskan Muhammadiyah terus berikhtiar untuk bisa membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
 
Dalam acara itu pula, Muhammadiyah mengenalkan ke publik Muhammadiyah Online University (MOU). MOU tersebut berisi gabungan perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah. "Kuliah online tanpa kampus," katanya.
 
Milad Muhammadiyah tersebut juga sekaligus menjadi peringatan ke 100 berdirinya salah satu sekolah, yakni TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA). TK ini didirikan di era kepemimpinan KH Ahmad Dahlan pada 1919.
 
"Pada usai seabad, TK ABA akan terus mendidik anak-anak agar berakal dan berbudi," kata Ketua Umum PP Aisyiyyah, Siti Noordjannah Djohantini.
 

(EKO)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif