Sekjen FSGI, Heru Purnomo di LBH Jakarta, Medcom.id/Muhammad Al Hasan
Sekjen FSGI, Heru Purnomo di LBH Jakarta, Medcom.id/Muhammad Al Hasan

Mengembalikan Ujian Nasional Bukan Solusi

Pendidikan ujian nasional
Intan Yunelia • 18 Oktober 2019 15:21
Jakarta:MengembalikanUjian Nasional (UN) menjadi penentu kelulusan siswa dinilai kebijakan mundur. Memberi kesempatan perbaikan hingga tiga kali bagi siswa yang nilai UN-nya belum memenuhi standar kelulusan, bukan solusi.
 
“Sama saja ini memutar jarum jam ke belakang sehingga bisa menumbuhkan kembali dampak negatif UN," kata Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo kepada Medcom.id, Jumat, 18 Oktober 2019.
 
Heru menyebut substansi masalah adalah peningkatan kualitas guru. “Masalah kurang semangatnya pelaksanaan UN karena tidak dijadikan alat kelulusan tidak bisa jadi alasan. Kan bukan itu substansinya,” kata Heru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, memang seharusnya UN tidak menjadi tolak ukur kualitas siswa di sekolah. UN hanya bagian salah satu proses dalam sistem pembelajaran.
 
"UN merupakan bagian dari proses pembelajaran, dalam arti untuk melakukan pembinaan satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu," kata Heru.
 
Seharusnya, ada urgensi lain ketimbang menghidupkan kembali UN sebagai syarat kelulusan. Seperti perbaikan kualitas guru, kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan.
 
Menurutnya, urgensi pendidikan saat ini adalah perbaikan kualitas guru dalam menyiapkan peserta didik agar terampil. Baik pengetahuan maupun keterampilan sikap sehingga mampu menghadapi persaingan abad 21.
 
"Hal-hal yang mendasar bagi kemajuan pendidikan Indonesia masih rapuh,” ujarnya.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kembali memunculkan wacana menjadikan hasil UN sebagai penentu kelulusan siswa dengan format baru, yakni tambahan pada kesempatan.
 
Meskipun begitu, kewenangan terkait UN ada di Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain itu, ia juga menyerahkan wacana tersebut kepada menteri pendidikan yang baru.
 
"Terserah nanti menteri berikutnya. Tapi, kemungkinan UN bisa jadi penentu kelulusan," kata Muhadjir.
 

(WHS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif