Menristek dan Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. Foto:  Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Menristek dan Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Menristek Fokus Mencari Format Badan Riset Inovasi Nasional

Pendidikan Riset dan Penelitian
Antara • 31 Oktober 2019 18:39
Makassar: Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, pihaknya masih mencari format terbaik bagi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).
 
"Kita sedang mencari format yang terbaik. Pokoknya tujuannya menciptakan integrasi riset dari hulu sampai ke hilir," kata Bambang Brodjonegoro pada acara 'The 11th Joint Workshop Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship' di Makassar, Kamis, 31 November 2019.
 
Ia menjelaskan, badan riset merupakan amanat UU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan sistem riset yang baru. Dalam payung hukum tersebut mengharuskan adanya integrasi dari hulu ke inovasi dan selanjutnya ke komersialisasi produk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, badan tersebut yang mengupayakan terjadinya integrasi dari hulu ke hilir. Kedua, agar tidak ada lagi duplikasi riset.
 
"Karena yang melakukan penelitian itu banyak, bukan hanya pendidikan tinggi tapi ada juga penelitian sendiri, litbang kementerian, bahkan di pemerintahan masih sering terjadi tumpang tindih. Itulah yang mau dibereskan oleh badan tersebut," kata Bambang.
 
Sementara terkait kegiatan yang diikuti hari ini, Menristek berharap besar terhadap kerja sama antara Indonesia dan Prancis yang melibatkan perguruan tinggi.Dia yakin ada banyak hal yang dapat dikembangkan bersama-sama oleh kedua negara, melalui proses sharing pengetahuan.
 
"Kita mungkin mengenal Prancis dengan Kota Paris sebagai pusat mode dunia. Padahal bukan hanya itu," ujar Bambang.
 
Prancis juga adalah Kantor Pusat dan pabrik utama pesawat Airbus yang terletak di Kota Toulouse. Ini adalah pesawat dengan teknologi canggih dan terdepan. "Artinya, kita bisa banyak belajar dari Perancis dalam hal kemajuan teknologi. Di sisi lain, Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman biodiversity yang juga menyediakan ruang luas untuk penelitian.
Di sinilah kita dapat saling berbagi," tutupnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif