Siswa tengah belajar di kelas. Foto: MI/Andri Widiyanto
Siswa tengah belajar di kelas. Foto: MI/Andri Widiyanto

Bogor Gelar PTM Terbatas Besok, Orang Tua Dilarang Tunggu Anak di Sekolah

Antara • 20 Maret 2022 23:58
Bogor:  Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat menegaskan orang tua siswa di semua jenjang kelas, utamanya sekolah dasar (SD) agar tidak menunggu anaknya saat kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.  Kegiatan PTM Terbatas di kota Bogor akan mulai digelar besok, Senin, 21 Maret 2022.
 
"Ya orang tua juga harus mengerti, meskipun anak-anaknya masih kecil, percayakan kepada guru dengan prokes yang telah disiapkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi, Minggu, 20 Maret 2022.
 
Hanafi menyampaikan, orang tua hanya diizinkan untuk mengantar dan menjemput anaknya selama PTM terbatas bagi siswa kelas 1,2,3,4,5 dan 6 yang akan dievaluasi pada tahun ajaran baru 2022/2023 di Juni hingga Agustus.
 
Evaluasi masih akan mengacu pada penyebaran covid-19 di kota Bogor oleh Satgas Covid-19 setempat. Sementara Disdik akan memastikan prokes berjalan dengan baik. Termasuk ketaatan orang tua siswa terhadap aturan yang diberlakukan di setiap sekolah.
 
PTM terbatas seluruh jenjang sekolah di Kota Bogor telah diumumkan Wali Kota Bogor Bima Arya yang sekaligus Ketua Satgas Covid-19 setempat sudah mulai bisa dilaksanakan pada Senin, 21 Maret 2022.
  
Pembelajaran di Satuan Pendidikan (PAUD/TK/SD/SMP/SMA atau yang sederajat, pesantren serta lembaga pendidikan lainnya) di Kota Bogor dapat dilakukan sistem PTM Terbatas secara bertahap berkapasitas 50 persen dengan prokes ketat.  Dalam aturan PPKM level 2 kali ini, siswa SD yang semula hanya diperbolehkan PTM terbatas untuk kelas 4,5, dan 6 sekarang boleh digelar untuk semua jenjang kelas.
 
Satuan pendidikan yang melaksanakan kegiatan perkantoran pada sektor nonesensial diberlakukan 75 persen Work From Office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin.  Dalam upaya memastikan aturan tersebut berlangsung baik, kata Hanafi, Dinas Pendidikan kota Bogor pun, telah membentuk tim pantau prokes yang terdiri atas pengawas tingkat SD dan SMP ditambah ASN lain dari Dinas Pendidikan.
 
Tim tersebut akan berkeliling secara bergantian ke 211 SD dan 270 SMP untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana prokes.  Hanafi pun menekankan, di sisi lain setelah sarana pendukung dipenuhi sekolah maka tinggal bagaimana ketaatan orang tua siswa, guru dan tenaga pendidik dalam menjalankan prokes.
 
"Kalau ada yang melanggar bisa ditegaskan oleh Satgas Covid-19," ujar Hanafi.
 
Baca juga:  Disdik Kabupaten Bekasi Rencanakan PTM 100% Dimulai April
 
Sementara itu, mengenai kesiapan prokes tingkat sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), pesantren dan Madrasah Aliyah (MA) akan dikoordinasikan dengan Kantor Cabang Pendidikan (KCD) Jawa Barat Wilayah III Kota Bogor dan Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif