ilustrasi. Dok Medcom
ilustrasi. Dok Medcom

19 Ribu Orang Bersaing! Intip Jadwal Wawancara PPG Prajabatan 2026

Ilham Pratama Putra • 28 Agustus 2026 19:51
Ringkasnya gini..
  • Sekitar 69 ribu peserta mengikuti tes substantif PPG Prajabatan 2026.
  • Peserta yang lolos tes substantif kini masuk tahap wawancara sebagai seleksi akhir.
  • Asesor akan menggali motivasi, pengalaman, minat, bakat, dan komitmen calon guru.
Jakarta: Perjalanan peserta seleksi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan 2026 memasuki tahap akhir. Peserta yang telah dinyatakan lulus tes substantif kini mendapat kesempatan mengikuti wawancara sebelum ditetapkan menjadi peserta PPG.
 
Ketua Tim Kerja Perencanaan Kebutuhan dan Seleksi PPG Kemendikdasmen, Yulia Gita Fani, menyebut sekitar 19 ribu peserta dinyatakan lolos dari tes substantif. Peserta yang dinyatakan lulus tes substantif akan dipanggil mengikuti wawancara sebagai tahap terakhir seleksi.
 
“Dari sekitar 69 ribuan yang mengikuti tes substantif, 19 ribu teman-teman adalah yang terpilih untuk menjadi peserta wawancara,” kata Yulia dalam webinar persiapan pelaksanaan seleksi wawancara PPG Prajabatan 2026, Jumat 28 Agustus 2026. 


Jadwal Seleksi Wawancara PPG Prajabatan 2026


Lantas kapan, seleksi wawancara dilaksanakan? Berikut informasi dari unggahan instagram @ppgkemendikdasmen. 

"Informasi Jadwal Seleksi Wawancara: 30 Agustus 2026," tulis instagram @ppgkemendikdasmen, Jumat 28 Agustus 2026.  
 
Baca juga: Catat, Ini Lini Masa Seleksi PPG Calon Guru Kemendikdasmen 2026  

Yulia menjelaskan pada tahap wawancara ini, asesor juga akan mengevaluasio esai yang sudah ditulis. Selain itu, dalam wawancara, terdapat 8 kompetensi yang akan digali asesor. Apa saja? Simak penjelasan berikut:


8 Kompetensi Seleksi Wawancara PPG Prajabatan 2026


1. Building Collaboration
 
Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan peserta membangun hubungan kerja dan berkolaborasi dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Kemampuan bekerja sama dinilai penting bagi calon guru karena profesi tersebut tidak hanya berkaitan dengan interaksi bersama peserta didik, tetapi juga dengan sesama guru, orang tua, dan berbagai pihak di lingkungan pendidikan.
 
2. Continuous Learning
 
Peserta akan dinilai dari kemampuannya untuk terus belajar dan berkembang, menerima masukan, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Artinya, calon guru diharapkan memiliki kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan profesi.
 
3. Coaching
 
Kompetensi coaching berkaitan dengan kemampuan membantu orang lain berkembang melalui komunikasi. Dalam konteks profesi guru, kemampuan tersebut dapat berkaitan dengan bagaimana calon guru berkomunikasi dan membantu peserta didik maupun orang lain untuk berkembang.
 
4. Effective Task Management
 
Aspek ini mengukur kemampuan peserta dalam mengelola berbagai tugas. Kemampuan mengatur pekerjaan menjadi salah satu hal yang perlu dimiliki calon guru, mengingat profesi guru tidak hanya berkaitan dengan kegiatan mengajar di kelas.
 
5. Ethical Maturity
 
Peserta juga akan dinilai dari kematangan dalam beretika, termasuk dalam menjaga nilai integritas dan tanggung jawab sebagai guru. Aspek ini menjadi penting karena guru memiliki tanggung jawab profesional sekaligus menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang berhubungan langsung dengan peserta didik.
 
Baca juga: Jadwal Lengkap dan Tahapan PPG Calon Guru 2026, Simak di Sini!  

 
6. Mission Purpose
 
Kompetensi ini melihat sejauh mana peserta memahami tujuan, makna, dan panggilan dalam menjalani profesi sebagai calon guru. Asesor juga akan melihat keselarasan antara nilai pribadi peserta dengan misi pendidikan di Indonesia.
 
7. Resilience
 
Peserta akan dinilai dari kemampuan bertahan dan beradaptasi ketika menghadapi tantangan maupun tekanan. Yulia menyebut kemampuan untuk bangkit dan menghadapi berbagai tantangan diperlukan calon guru, baik ketika menjalani perkuliahan maupun ketika nantinya berada di satuan pendidikan.
 
8. Motivational Fit
 
Kompetensi terakhir berkaitan dengan kesesuaian antara motivasi, minat, dan dorongan pribadi peserta dengan karakteristik profesi guru. Dengan kata lain, asesor ingin melihat apakah alasan peserta memilih profesi guru memang sejalan dengan tuntutan profesi tersebut.
 
Yulia mengingatkan peserta tidak perlu menganggap wawancara sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Namun, peserta tetap diminta menaati seluruh tata tertib dan menunjukkan potensi terbaiknya di hadapan asesor.
 
“Wawancara ini menjadi kesempatan emas yang harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Tunjukkan potensi terbaik untuk meyakinkan para asesor bahwa teman-teman memang berhak menjadi calon guru,” ujarnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan