Sebanyak delapan nama dipercaya mengisi posisi strategis di DSI. Mereka memiliki latar belakang beragam, mulai dari ekonomi, hukum, teknik, pertambangan, perbankan, investasi, hingga industri kedirgantaraan. Berikut profil pendidikan dan karier jajaran komisaris dan direksi DSI:
Profil Jajaran Komisaris dan Direksi DSI
1. M Syaifurrahman Noer-Presiden KomisarisM Syaifurrahman Noer atau Cipung Noer memiliki pengalaman panjang di industri kedirgantaraan dan pertahanan. Syaifurrahman pernah berkarier sebagai Production Development Engineer di Madrid, Spanyol.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Direktur IPTN untuk program CN-235 di Bandung. Kariernya kemudian berlanjut ke Amerika Serikat dengan menempati posisi di IPTN North America di Seattle.
Ia juga pernah menjadi Presiden Komisaris PT Indonesian Defence Security and Technology. Syaifurrahman dikenal sebagai Senior Aerospace and Defence Leader.
| Baca juga: Gen Z Bisa Punya Rumah dengan DP Rp3 Juta, Ini Skema yang Ditawarkan di Danantara Housing Expo |
2. Mari Elka Pangestu-Komisaris
Mari Elka Pangestu merupakan ekonom yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Ia juga dikenal sebagai akademiksi dan punya rekam jejak di lembaga internasional.
Pendidikan:
- Bachelor of Economics dari Australian National University (ANU)
- Master of Economics dari Australian National University (ANU)
- PhD bidang Ekonomi dari University of California, Davis pada 1986
Mari Elka pernah menjabat Menteri Perdagangan pada 2004-2011. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2011-2014.
Kariernya kemudian berlanjut di tingkat internasional. Pada 2020-2023, Mari Elka menjabat Managing Director of Development Policy and Partnerships di Bank Dunia.
Ia juga memiliki pengalaman panjang di dunia akademik. Mari tercatat sebagai guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Tony Wenas-Komisaris
Tony Wenas merupakan profesional yang memiliki pengalaman panjang di sektor pertambangan dan manajemen korporasi.
Pendidikan:
- Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia
- Pendidikan eksekutif di MIT Sloan School of Management
Tony menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia sejak Desember 2018. Sebelum menduduki posisi tersebut, Tony telah memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam kepemimpinan di berbagai sektor.
Pengalamannya di Freeport Indonesia membuat Tony memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan industri pertambangan serta ekosistem sumber daya mineral nasional.
3. Harold Tjiptadjaja-Komisaris
Harold Tjiptadjaja memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang investasi, keuangan korporasi, dan transaksi bisnis.
Pendidikan:
- Master of Science in Financial Economics University Rotterdam
- Executive education di Harvard Kennedy School
- Executive education di University of Oxford
- Executive education di Cornell University
Karier:
Harold pernah menjabat Managing Director Investment Banking di Mandiri Sekuritas. Ia juga pernah menduduki posisi Chief Investment Officer (CIO) dan Managing Director di Indonesia Infrastructure Finance (IIF).
Sebelum masuk jajaran komisaris DSI, Harold pernah menjabat Senior Director Strategic Unit/Transaction & Strategy Support di Danantara Indonesia. Pengalamannya mencakup investasi, merger dan akuisisi (M&A), project finance, serta restrukturisasi korporasi.
4. Luke Thomas Mahony-Direktur Utama
Luke Thomas Mahony merupakan warga negara Australia yang memiliki pengalaman panjang di industri pertambangan.
Pendidikan:
- Bachelor of Mining Engineering dari University of New South Wales (UNSW)
- Master of Commerce in Finance dari University of New South Wales (UNSW)
- Master of Mining Engineering dari University of New South Wales (UNSW)
- Master of Geomechanics dari University of New South Wales (UNSW)
Mahony pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia. Sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama DSI, ia memiliki pengalaman di industri pertambangan, termasuk dalam bidang strategi dan teknis.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Mahony di sektor sumber daya alam.
5. Sinthya Roesly-Direktur Keuangan
Sinthya Roesly memiliki latar belakang pendidikan teknik, manajemen, hingga bisnis. Ia menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri.
Pendidikan:
- Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia pada 199
- Diploma Sastra Inggris dari Universitas Indonesia pada 1993
- Master of Engineering Science dari University of New South Wales pada 1996
- Master of Business Administration dari Monash University pada 2003
- Magister Manajemen dari IPMI International Business School pada 2003
Karier profesional Sinthya banyak berkaitan dengan sektor energi dan pembiayaan infrastruktur. Ia pernah memimpin PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (IIGF/PII) pada 2009-2017.
Pada 2017-2019, Sinthya dipercaya menjadi Chairperson and CEO Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Keuangan PT PLN (Persero).
6. Nur Hidayat Udin-Direktur Manajemen Risiko
Nur Hidayat Udin dipercaya mengisi posisi Direktur Manajemen Risiko DSI.
Pendidikan:
- Sekolah Tinggi Manajemen PPM
Nur Hidayat memiliki pengalaman 28 tahun di Bank Mandiri. Jabatan terakhirnya di bank tersebut adalah Senior Vice President Wholesale Risk.
Ia kemudian berkiprah di sektor pertambangan dan pernah dipercaya menjadi Director of Risk Management and HSSE MIND ID. Pengalaman tersebut memperkuat rekam jejak Nur Hidayat di bidang manajemen risiko serta pengelolaan aspek HSSE.
7. Ivan Ferdiansyah Baely-Direktur Legal dan Kepatuhan
Ivan Ferdiansyah Baely merupakan profesional hukum dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang legal, pemerintahan, dan konsultasi.
Pendidikan:
- Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia
- Master of Laws dari University of Melbourne
Ivan memiliki pengalaman di bidang private practice, pemerintahan, dan konsultasi. Ia pernah berkiprah di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Di sektor hukum korporasi, Ivan dikenal sebagai Senior Corporate Lawyer dan Managing Partner IABF Law Firm. Pengalaman tersebut menjadi bekalnya untuk menangani aspek legal dan kepatuhan di DSI.
| Baca juga: Makna Kemerdekaan Ekonomi Indonesia dan Peran Danantara |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda