Menristekdikti akan Memberlakukan Sistem Kuliah Daring
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Jakarta: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir berencana memberlakukan sistem perkuliahan dalam jaringan. Tujuannya, untuk menunjang mutu perguruan tinggi di daerah.
 
"Peraturannnya sudah kami siapkan. Harapannya nanti April atau Mei sudah keluar izinnya," kata Nasir dikutip dari Antara, Rabu, 7 Maret 2018.
 
Kemenristekdikti telah menyiapkan berbagai kebutuhan infrastruktur, kesiapan jaringan internet, hingga tutorial untuk pelaksanaan perkulihana daring. "Nanti kami sampaikan kepada PT Telkom agar menyediakan jaringan internet yang memadai," kata dia.
 
Selain memanfaatkan kemajuan teknologi, perkuliahan secara daring untuk memperkecil jumlah perguruan tinggi di daerah yang kebanyakan belum memiliki kapasitas serta sumber daya pendidikan yang memadai dan berkualitas.
 
"Jadi nanti sistemnya merger. Daerah yang perguruan tingginya banyak kalau dijadikan satu mungkin akan lebih kuat," kata dia.

Baca: Sistem Pendidikan Dinilai Sudah Lebih Baik
 
Nasir mencontohkan, mahasiswa di Papua tidak perlu datang ke Jakarta untuk mengikuti perkuliahan yang digelar kampus di Jakarta. Dengan metode perkuliahan daring, mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan dari dosen di perguruan tinggi lain.
 
"Jadi nanti kalau bisa dibentuk kerja sama antar perguruan tinggi swasta di Papua maupun Papua Barat dengan perguruan tinggi yang sudah menggelar perkuliahan daring," kata dia.
 
Terkait kampus mana saja yang akan ditunjuk untuk menggelar perkuliahan daring, Nasir akan menawarkan sebanyak-banyaknya pada perguruan tinggi di daerah.






(FZN)