Suasana salah satu sesi di Transforming Education Summit di markas PBB. Foto: Unnes
Suasana salah satu sesi di Transforming Education Summit di markas PBB. Foto: Unnes

Hadiri Transforming Education Summit di Markas PBB, Ini Dia Oleh-Oleh dari Dosen UNNES

Citra Larasati • 24 September 2022 18:09
Jakarta:  Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendapat kesempatan untuk dapat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Transforming Education Summit (TES).  Konferensi ini diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kota New York, Amerika Serikat (AS) pada tanggal 16-19 September 2022.
 
Transforming Education Summit merupakan sebuah forum inisiatif untuk melakukan rencana aksi implementasi dalam memberikan solusi terhadap tantangan pendidikan yang sedang terjadi saat ini dengan transformasi pendidikan.  Sehari sebelum keberangkatan, Rektor UNNES, Fathur Rokhman berpesan pada delegasi UNNES yang berkesempatan menghadiri acara tersebut, Lulu April Farida, untuk dapat menyerap ilmu dari pertemuan bergengsi tersebut.
 
“Ini merupakan kesempatan emas bawa nama harum UNNES di Markas Besar PBB”, pesan Fathur dilansir dari laman Unnes, Sabtu, 24 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hari pertama TES dihadiri oleh seluruh delegasi dari seluruh negara anggota PBB. Pembukaan disambut dengan pemutaran video dokumentasi pendapat dari para pelajar dari berbagai penjuru dunia yang memiliki keragaman latar belakang atas pentingnya pendidikan dan dilajutkan dengan Keynote Intervention dari para Gen Z.
 
Menjadi sebuah catatan bagi para pemimpin yang hadir dalam Assembly Hall, bahwa mendengarkan pendapat dan masukkan dari pemuda merupakan hal yang sangat penting sebagai alah satu pertimbangan dalam pengambil kebijakkan.
 
Disampaikan pula oleh Amina J. Mohammed, UN Deputy Secretary-General and H.E. Mr Csaba K?rösi, President of the 77th General Assembly, Dialog antargenerasi dengan multidisiplin keilmuan dibutuhkan untuk mengembangkan kerja sama oleh karenanya, meningkatkan partisipasi para pemuda juga menjadi peran penting dalam transformasi pendidikan.
 
Mendikbudristek, Nadiem Makarim di hari kedua berkesempatan untuk menyampaikan orasinya di Room 6 Action Track 1 pada Diskusi Panel ke-1 Building Resilient Education System, Membangun Sitem Pendidikan yang Tangguh di Era Pemerintahan Kabinet Indonesia Maju menjadi sorotan bagi UNICEF.
 
E-commerce Pendidikan dan digitalisasi model pembelajaran di Indonesia menjadi rujukan bagi negara berkembang lainnya. Betapa tidak, lebih dari 300.000 sekolah dengan 60 juta murid dan 3 juta guru di Indonesia saat ini dihadapkan dengan teknologi untuk proses belajar mengajar.
 
Tentu pemangku kebijakan di pemerintahan pun harus bergerak cepat untuk menggunakan teknologi dalam menyusun instrumen dan mengevaluasi manajemen serta kinerja dan proses pembelajaran. Oleh karena itu, Dean Brooks, Director, Inter-agency Network for Education in Emergencies / Co-Chair, Geneva Hub for Education in Emergencies, yang bertindak sebagai moderator dalam forum Solution Day di hari kedua, sangat mengapresiasi capaian dari best practice Nadiem yang telah mengedepankan kebermanfaatan dan kemudahan akses teknologi bagi pelajar/mahasiswa, guru/ dosen dan manajemen sekolah/ perguruan tinggi.
 
Sebagai penutup TES, Amina J. Mohammed, United Nations Deputy Secretary-General menyampaikan Visi dari penyelenggaraan Transforming Education Summit merupakan forum untuk menjawab dari permasalahan dan tantangan.  Ini tidak hanya dialami para ahli pendidikan serta pendidik namu juga para pelajar di seluruh dunia.

Isu yang Diangkat dari Enam spotlight session:

  1. Pendidikan di masa krisis: Bekerja sama untuk bertransformasi bagi pelajar
  2. Tantangan global mengatasi krisi pembelajaran
  3. Trasnformasi Pendidikan untuk Mentransformasi dunia: Belajar untuk Kehidupan Bersama yang berkelanjutan
  4. Transformasi Digital pada Pendidikan
  5. Memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan anak dan perempuan melalui Pendidikan
  6. Pendanaan untuk Pendidikan.
Hadir pula Menteri Luar Negeri Retno Marsudi serta menyampaikan pada forum TES untuk menyinergikan pentingnya International Networking pada transformasi Pendidikan sehingga sekolah dan perguruan tingga mampu mengukur kemampuannya di tingkat global.  Usai kegiatan TES, pada hari berikutnya Lulu melanjutkan kegiatan dengan UC Davis dan Yale University dalam meningkatkan potensi akademik di UNNES.
 
“UNNES akan melaksanakan riset bersama dengan dua universitas tersebut dan bulan Oktober delegasi dari UC Davis akan datang ke UNNES. Tahun lalu, mahasiswa UNNES juga telah melaksanakan pertukaran mahasiswa ke UC Davis harapannya semakin banyak mitra dari Perguruan Tinggi dari negara adidaya ini yang bekerjasama dengan UNNES.” imbuhnya.
Baca juga:  Pose 'Tembak' di Depan Rektor Unnes, Wisudawan Bikin Suasana Meriah


 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif