Ilustrasi. Foto:  Antara/Isaac Mulyawan
Ilustrasi. Foto: Antara/Isaac Mulyawan

Komunikasi Ditjen Kebudayaan dengan Pegiat Seni Tak Optimal

Pendidikan kebudayaan
Intan Yunelia • 13 Januari 2020 15:19
Jakarta: Pemerhati Budaya dari Universitas Andalas (Unand), Sudarmoko menilai perhatian Direktorat Jenderal Kebudayaan kepada para pegiat seni selama ini masih minim. Begitu juga dengan komunikasi yang dirasa kurang optimal antara Pemerintah dengan para pegiat seni terkait pemangkasan Direktorat Kesenian.
 
"Beberapa bagian masih kurang optimal," kata Sudarmoko kepada Medcom.id, Senin, 13 Januari 2020.
 
Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, Padang ini menyebutkan, program dari Ditjen Kebudayaan selama ini belum menyentuh seluruh pegiat seni dan budaya. Beberapa program malah terkesan tertutup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Walaupun sejumlah program yang berbentuk fasilitasi langsung bersentuhan dengan komunitas dan lembaga kebudayaaan. Namun dalam banyak hal lembaga-lembaga ini masih sangat terbatas akses yang dimiliki atau dibuka oleh Ditjenbud," ujar Sudarmoko.
 
Perlu diketahui, Ditjen Kebudayaan mengalami perubahan struktur. Ada beberapa direktorat yang dihapus dari Ditjen Kebudayaan, salah satunya Direktorat Seni dan Sejarah.
 
Perubahan struktur dan nomenklatur ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hanya lima Direktorat saja yang tersisa yaitu Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Perfilman, Musik dan Media baru, Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, serta Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif